Dishut Kalteng Pastikan Kondisi Satwa Terus Dipantau

  • Bagikan

PALANGKA RAYA – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah turut mendampingi pemantauan Program RBP REDD+ GCF Output 2 di kawasan Hutan Kota Nyaru Menteng, Palangka Raya. Kegiatan tersebut berlangsung di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kepungan asap yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

“Kegiatan pemantauan ini tidak hanya melihat perkembangan pelaksanaan program, tetapi juga kondisi kawasan dan satwa yang berada di dalamnya,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, baru-baru ini.

Dalam pemantauan tersebut, kondisi kawasan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan secara langsung. Keberadaan asap akibat karhutla turut menjadi perhatian karena kondisi lingkungan yang terdampak dapat berkaitan dengan habitat serta kesehatan satwa yang berada di kawasan Hutan Kota Nyaru Menteng.

“Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah mendampingi kegiatan pemantauan ini, termasuk melihat kondisi kawasan dan satwa yang ada di Nyaru Menteng di tengah situasi karhutla,” ujar Agustan.

BACA JUGA  Kalteng Salurkan Bantuan Pangan kepada 3.500 Mahasiswa Terdampak Karhutla

Menurut Agustan, pemantauan lapangan diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kawasan secara langsung. Informasi dari lapangan menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan lingkungan sekaligus memastikan aspek perlindungan terhadap satwa tetap menjadi perhatian selama kondisi karhutla dan asap berlangsung.

Pemantauan juga dilakukan dengan memperhatikan keberadaan serta kondisi satwa di dalam kawasan. Hal tersebut dinilai penting karena perubahan kondisi lingkungan akibat asap dan karhutla dapat menjadi faktor yang perlu dicermati dalam menjaga kawasan serta ekosistem di dalamnya.

“Kita ingin melihat secara langsung kondisi di lapangan, sehingga perkembangan kawasan dan kondisi satwa dapat terus dipantau,” katanya.

Hutan Kota Nyaru Menteng merupakan salah satu kawasan yang memiliki nilai penting bagi keberadaan satwa dan upaya konservasi. Karena itu, kondisi lingkungan di kawasan tersebut menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian, terlebih ketika wilayah sekitarnya menghadapi dampak karhutla dan asap.

BACA JUGA  Dishut Kalteng Tangani Karhutla 0,32 Hektare di Bantanan

Pemantauan secara langsung juga menjadi bahan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan. Apabila ditemukan dampak terhadap kawasan maupun satwa, hasil pemantauan dapat menjadi bahan dalam menentukan langkah penanganan sesuai kondisi yang ditemukan.

“Pemantauan lapangan penting untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kawasan dan satwa, terutama ketika lingkungan terdampak asap karhutla,” ujar Agustan.

Di tengah ancaman karhutla yang masih berlangsung, perhatian terhadap kondisi satwa menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem. ‘Pemantauan di Hutan Kota Nyaru Menteng diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kawasan dan satwa secara langsung, sehingga perkembangan lingkungan tetap dapat dicermati di tengah situasi karhutla,” tandas Agustan. (Red/Adv)

BACA JUGA  Lisda Arriyana Tekankan Pentingnya Wawasan Geopolitik bagi Mahasiswa
+ posts
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights