Dishut Kalteng Tangani Karhutla 0,32 Hektare di Bantanan

  • Bagikan

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Bantanan, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (16/9/2026). Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah bersama personel pemadaman darat langsung diterjunkan untuk menangani kebakaran yang berada dalam fungsi kawasan Taman Hutan Raya (Tahura).

“Upaya yang dilakukan meliputi pemadaman, pembatasan penjalaran api, serta pendinginan,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, baru-baru ini.

Pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 09.28 WIB. Hingga sore hari, petugas telah menangani kebakaran pada lahan seluas sekitar 0,32 hektare. Namun, operasi pemadaman yang berlangsung hingga pukul 17.13 WIB belum sepenuhnya membuat api padam, sehingga penanganan dilanjutkan di lokasi.

“Tim masih melakukan penanganan di lapangan untuk membatasi penjalaran api sekaligus melakukan pendinginan pada area yang terbakar,” ujar Agustan.

BACA JUGA  Dishut Kalteng Pastikan Kondisi Satwa Terus Dipantau

Kondisi vegetasi di sekitar lokasi kebakaran cukup beragam, meliputi semak belukar, pakis-pakisan, akasia, galam, bambu, hingga tanaman menjalar. Selain vegetasi tersebut, petugas juga menghadapi kondisi tanah gambut yang membutuhkan penanganan secara menyeluruh karena bara dapat tersimpan pada bagian bawah permukaan tanah.

“Lokasi kebakaran berada di kawasan dengan jenis tanah gambut. Untuk mendukung pemadaman, tim memanfaatkan sumber air dari parit terdekat yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi,” katanya.

Sumber air dari parit tersebut digunakan untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan. Dalam operasi di lapangan, tim mengerahkan satu unit mobil Hilux Single Cabin Dalkarhutla, satu mesin pompa Honda WL, tujuh roll selang tembak, satu roll selang hisap, serta satu nozzle jet.

BACA JUGA  Pemprov Kalteng Targetkan Kemiskinan 2027 di Bawah 4,50 Persen

“Penanganan karhutla dilakukan oleh personel Dalkarhutla dan personel pemadaman darat Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Agustan.

Personel tetap berada di lokasi untuk melanjutkan penanganan, terutama pada bagian lahan yang masih berpotensi menyimpan bara. Kondisi tanah gambut membuat proses pendinginan menjadi bagian penting dalam operasi agar titik yang telah terbakar tidak kembali memunculkan api dan menyebabkan penjalaran.

“Lokasi kebakaran tersebut berada dalam fungsi kawasan Tahura, sehingga tim masih melakukan penanganan untuk memastikan api tidak kembali menjalar,” ungkap Agustan.

Penanganan kemudian difokuskan pada pemadaman lanjutan dan pendinginan area terdampak. Petugas juga terus memantau kondisi lahan untuk mengantisipasi munculnya kembali api, khususnya pada bagian yang memiliki potensi bara di dalam tanah gambut. (Red/Adv)

BACA JUGA  Agustiar Sabran Tegaskan Pemerintah Hadir Dampingi Warga Karhutla
+ posts
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights