
PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan program pendidikan vokasi untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Program tersebut dirancang untuk mencetak tenaga kerja terampil yang mampu bekerja langsung di lapangan dalam pengelolaan lahan pertanian serta pengembangan produksi pangan.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo mengatakan bahwa Kalimantan Tengah saat ini memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan sektor pangan nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong program pencetakan sawah baru di berbagai wilayah guna meningkatkan produksi pangan.
“Di Kalteng kita sedang mencetak sawah baru sebagai bagian dari program ketahanan pangan, tetapi kita masih kekurangan tenaga kerja. Karena itu kita siapkan program pendidikan vokasi,” ujarnya saat kegiatan sosialisasi program pemerintah daerah di Istana Isen Mulang, Selasa (10/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan lahan pertanian di daerah.
Karena itu, pemerintah daerah menggagas program pendidikan vokasi yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.
Dalam program tersebut disiapkan tiga jurusan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor pertanian dan pengelolaan pangan.
Pemerintah daerah menargetkan sekitar 2.000 peserta dapat mengikuti program pendidikan vokasi tersebut secara gratis.
Selain menjalani pendidikan di kampus, para peserta juga akan melakukan praktik kerja langsung di lapangan sebagai bagian dari Brigade Pangan yang berada di bawah koordinasi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP).
Dengan sistem pendidikan yang menggabungkan pembelajaran teori dan praktik tersebut, lulusan program vokasi diharapkan memiliki keterampilan yang siap diterapkan di lapangan sehingga dapat mendukung pengembangan sektor pertanian di Kalimantan Tengah.
Program ini juga diharapkan mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian yang lebih produktif serta berkelanjutan di daerah. (Red/Adv)
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com











