JAKARTA — Perjalanan mudik kerap diwarnai kekhawatiran mengenai kualitas sinyal yang dapat tiba-tiba hilang di tengah perjalanan. Namun pengalaman berbeda dibuktikan oleh Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan melalui program #DVET “Perjalanan Menuju Lebih Baik” yang menghadirkan pengalaman mudik virtual bagi para pengikut mereka.
Dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta, keduanya berhasil mencetak Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori livestream TikTok nonstop terlama di jalur mudik dengan durasi siaran langsung selama 11 jam tanpa putus.
Sepanjang perjalanan tersebut, Dave dan Iwet mengajak para pengikutnya ikut merasakan pengalaman “mudik bareng” secara virtual melalui siaran langsung yang tetap stabil meskipun dilakukan di berbagai titik dengan mobilitas tinggi.
Siaran tersebut diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari obrolan santai di dalam mobil, cerita perjalanan, hingga refleksi Ramadan bersama sejumlah bintang tamu. Beberapa di antaranya dr. Dion Haryadi, Lutfi Afansyah, Boah Sartika, Dr. Gian Pratama, serta Ust. Alfie.
Percakapan yang berlangsung selama perjalanan menghadirkan perspektif ringan tentang bagaimana setiap orang memiliki perjalanan masing-masing dalam upaya menjadi pribadi yang lebih baik.
Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan mengatakan pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa teknologi dan konektivitas kini telah menjadi bagian penting dalam pengalaman mudik masyarakat.
“Seru sekali bisa membawa followers ikut ‘mudik bareng’ secara virtual. Dari awal perjalanan sampai mendekati Jogja, semuanya terasa sangat lancar. Rasanya seperti perjalanan panjang yang ditemani jutaan orang,” kata Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan, Kamis (12/03/2026).
Keberhasilan livestream sepanjang perjalanan tersebut tidak terlepas dari dukungan kesiapan jaringan Indosat Ooredoo Hutchison yang telah dioptimalkan untuk menghadapi lonjakan trafik selama periode mudik.
Melalui program Ekspedisi Jaringan Andal, langkah tersebut sekaligus menjadi uji ekstrem jaringan di jalur mudik terpadat ketika mobilitas masyarakat meningkat dan kebutuhan konektivitas digital semakin tinggi.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyampaikan bahwa periode mudik menjadi momentum penting ketika kualitas jaringan telekomunikasi benar-benar diuji oleh tingginya aktivitas masyarakat.
“Perjalanan mudik adalah momen ketika koneksi benar-benar diuji. Jutaan orang bergerak di waktu yang sama, dan pelanggan ingin tetap bisa memberi kabar kepada keluarga, berbagi momen, melakukan navigasi, serta berbagi momen perjalanan tanpa gangguan. Karena itu kami memastikan jaringan Indosat tetap andal di sepanjang jalur mudik. Bagi kami, menghadirkan konektivitas yang lebih baik adalah sebuah perjalanan, bukan sekadar klaim, tetapi pengalaman nyata yang dirasakan pelanggan di setiap kilometer perjalanan mereka,” ujar Vikram.
Untuk memastikan pengalaman konektivitas tetap optimal, Indosat melakukan optimalisasi jaringan di lebih dari 75 jalur mudik utama serta lebih dari 790 Point of Interest (POI). Lokasi tersebut mencakup gerbang tol, rest area, stasiun, terminal, hingga berbagai destinasi wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama musim mudik.
Selain itu, seluruh jaringan dipantau selama 24 jam setiap hari guna menjaga kualitas layanan tetap stabil sepanjang periode mudik.
Dalam pengukuran internal selama ekspedisi tersebut, rata-rata kecepatan internet yang diterima selama livestream tercatat mencapai 90 Mbps. Bahkan pada titik dengan kualitas jaringan terendah sekalipun, koneksi masih mampu menjaga stabilitas siaran langsung dengan kecepatan sekitar 15 Mbps.
Bagi Indosat, kesiapan jaringan selama Ramadan dan Idulfitri merupakan bagian dari empat wujud nyata komitmen #LebihBaikIndosat, yaitu menghadirkan jaringan yang semakin andal, teknologi yang makin relevan, perlindungan digital yang makin kuat, serta kepedulian sosial yang semakin terasa bagi masyarakat.
Rekor MURI yang dicetak dalam perjalanan ini menunjukkan bahwa di era digital, perjalanan mudik tidak hanya tentang menempuh jarak menuju kampung halaman, tetapi juga tentang tetap terhubung, berbagi cerita, menyapa keluarga, serta menikmati perjalanan di setiap kilometer yang dilalui. (Red/Adv)












