
PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkirakan arus mudik Lebaran tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan mobilitas masyarakat diprediksi mencapai sekitar 30 persen seiring meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, mengatakan bahwa prediksi tersebut didasarkan pada tren pergerakan masyarakat serta kondisi perjalanan saat ini.
“Kalau prediksi dari sisi nasional memang ada penurunan, tetapi untuk wilayah Kalimantan Tengah melihat dari tahun-tahun sebelumnya dan pergerakan sekarang, ada peningkatan kurang lebih 30 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya di Palangka Raya.
Ia memperkirakan sekitar 300 ribu orang akan melakukan perjalanan selama periode mudik tahun ini.
Pergerakan tersebut mencakup perjalanan antarwilayah di dalam Pulau Kalimantan maupun perjalanan keluar dari Kalimantan Tengah menuju daerah lain.
Menurutnya, moda transportasi udara masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak jauh selama periode mudik.
“Yang terbesar nanti tetap menggunakan transportasi udara,” katanya, Kamis (12/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa tarif tiket pesawat tetap berada dalam regulasi pemerintah pusat melalui batas tarif yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Selain itu, pemerintah pusat juga telah memberikan stimulus untuk menjaga stabilitas harga tiket selama masa mudik.
“Kalau kita lihat kondisi tiket sekarang sudah ada stimulus dari Kementerian Perhubungan, sehingga harga tiket selama mudik ini tidak jauh berbeda dengan harga tiket di luar masa-masa mudik,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang, maskapai penerbangan menambah frekuensi penerbangan pada sejumlah rute.
Salah satunya adalah penerbangan tambahan rute Palangka Raya–Jakarta yang dioperasikan oleh Batik Air mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Selain itu, Wings Air juga dijadwalkan melayani sejumlah rute dari Palangka Raya menuju Sampit, Pangkalan Bun, Ketapang, Muara Teweh hingga Banjarmasin.
Namun demikian, Yulindra menilai keberlanjutan rute penerbangan tersebut masih memerlukan dukungan peningkatan jumlah penumpang.
“Harapan kita rute-rute ini bisa bertahan lama. Karena selama ini tantangannya adalah pergerakan penumpang yang datang dan keluar belum seimbang, sehingga kadang tidak menutup biaya operasional maskapai,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan sektor pariwisata, UMKM, dan aktivitas ekonomi daerah menjadi faktor penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke Kalimantan Tengah. (Red/Adv)
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com











