PALANGKARAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat keberlanjutan perikanan melalui restocking ikan lokal yang digelar di Danau Rigei, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, baru-baru ini. Program ini menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan umum.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa restocking menjadi langkah strategis yang berdampak langsung terhadap kelestarian sumber daya ikan dan ketahanan pangan masyarakat.
“Restocking ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah upaya menjaga stok ikan lokal agar tetap lestari dan bisa terus dinikmati oleh masyarakat, terutama para nelayan yang menggantungkan hidupnya pada perairan umum,” ujarnya.
Pada kegiatan restocking itu, Pemko Palangka Raya bersama BPBAT Mandiangin menebar 114.086 ekor benih ikan lokal. Terdiri dari 75.000 ekor ikan betok dan 25.000 ekor ikan kelabau yang berasal dari bantuan BPBAT Mandiangin. Sementara 6.086 ekor ikan betok dan 8.000 ekor ikan gabus diperoleh melalui alokasi APBD Dinas Perikanan Kota Palangka Raya.
Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 Tahun 2025. Menurut Zaini, peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat tentang peran vital ikan sebagai sumber gizi dan potensi ekonomi.
Ia menjelaskan bahwa Palangka Raya memiliki perairan umum seluas 515,8 kilometer persegi, yang merupakan rumah bagi berbagai jenis ikan lokal. Karena itu, pengelolaan berbasis prinsip berkelanjutan sangat penting agar sumber daya perikanan tetap produktif dari waktu ke waktu.
Dinas Perikanan Kota Palangka Raya mencatat produksi perikanan tangkap perairan umum mencapai 5.216 ton pada 2024. Angka tersebut mengalami kenaikan tipis dari tahun sebelumnya, namun tetap membutuhkan dukungan pengelolaan yang konsisten.
Zaini menuturkan bahwa keberhasilan restocking tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga peran aktif masyarakat. Terutama kelompok pengawas masyarakat dan nelayan setempat yang berperan menjaga kondisi habitat alami ikan.
Pemerintah kota saat ini juga tengah melakukan evaluasi terhadap pengelolaan perikanan, termasuk rencana penguatan kolaborasi lintas sektor serta program pendampingan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik terhadap pelestarian sumber daya ikan.
“Kegiatan seperti ini harus kita kawal bersama. Pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait perlu menjaga ekosistem yang ada. Ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang keberlangsungan hidup anak cucu kita ke depan,” tandas Zaini. (Red/Adv)












