Restocking Benih Ikan Lokal Jadi Strategi Ketahanan Gizi Masyarakat

  • Bagikan
FOTO Ist.: Penebaran Bibit Ikan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya

PALANGKARAYA – Kegiatan restocking benih ikan lokal kembali dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Bertempat di Danau Rigei, Kelurahan Tumbang Tahai, kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, yang menyampaikan pentingnya menjaga ketersediaan ikan bagi kebutuhan gizi masyarakat, baru-baru ini.

Zaini menyebut bahwa ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang harus tetap terjaga ketersediaannya. Menurutnya, ikan memiliki kontribusi besar dalam mendukung pertumbuhan anak-anak sekaligus mencerdaskan generasi masa depan. Maka dari itu, pengelolaan perikanan tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

“Tema Hari Ikan Nasional tahun ini adalah Ikan Menyehatkan dan Mencerdaskan untuk Generasi Unggul. Selaras dengan tema tersebut, restocking ini adalah upaya nyata kita untuk menjamin ketersediaan ikan di masa sekarang maupun masa depan,” ujarnya.

BACA JUGA  BPK Tekankan Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah saat Serahkan LHP Semester II 2025 ke Pemprov Kalteng

Ia mengungkapkan bahwa produksi perikanan tangkap di Kota Palangka Raya mencapai 5.216 ton pada 2024. Kendati mengalami peningkatan, tren penurunan populasi beberapa jenis ikan lokal menjadi perhatian serius yang harus segera ditangani. Restocking menjadi salah satu intervensi paling efektif dalam memulihkan populasi ikan di perairan umum.

Total sebanyak 114.086 ekor benih ikan lokal dilepas pada kegiatan tersebut. BPBAT Mandiangin serta Dinas Perikanan Kota Palangka Raya berperan dalam penyediaan benih yang mencakup berbagai jenis ikan lokal potensial. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem di Danau Rigei.

Zaini menegaskan pentingnya menjaga habitat ikan agar dapat terus berkembang secara alami. Ia mengimbau masyarakat setempat untuk mencegah penggunaan alat tangkap merusak yang dapat menghancurkan ekosistem perairan dan mengganggu keberlanjutan populasi ikan lokal.

BACA JUGA  DPRD Kalteng Siapkan Payung Hukum Kearsipan untuk Tingkatkan Transparansi dan Layanan Publik

“Ketersediaan ikan menentukan ketahanan pangan kita. Jika stok ikan menurun, masyarakat kita yang akan merasakan dampaknya,” katanya.

Selain itu, ia melihat potensi besar Danau Rigei sebagai kawasan sentra perikanan tangkap kecil. Dengan dukungan restocking berkelanjutan, kawasan ini dapat terus menjadi sumber pangan sekaligus pendukung ekonomi masyarakat sekitar.

Pemerintah Kota Palangka Raya juga berkomitmen memperkuat pengawasan dan pengelolaan perairan secara lebih sistematis. Melalui kolaborasi lintas sektor, upaya penguatan ketahanan pangan berbasis perikanan dapat berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.

“Semoga kegiatan restocking ini menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan, pangan, dan kesejahteraan masyarakat Kota Cantik Palangka Raya,” tandas Zaini. (Red/Adv)

BACA JUGA  Edy Pratowo Apresiasi Pelantikan Bias Layar, Harapkan Perjuangan Aspirasi Kalteng di Senayan
+ posts
  • Bagikan
.