OJK Luncurkan Pedoman SETARA Perkuat Akses Keuangan Kaum Disabilitas Nasional

  • Bagikan

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengukuhkan komitmen memperluas akses keuangan bagi penyandang disabilitas melalui peluncuran Pedoman Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya (SETARA) yang digagas awal 2025.

Komitmen tersebut kembali disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat Edukasi Keuangan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025.

“Penyandang disabilitas perlu mendapat kesempatan yang setara dan tidak tertinggal,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Dalam paparannya, Friderica menjelaskan bahwa pedoman SETARA dirancang bukan hanya sebagai acuan administratif, tetapi sebagai standar baru atas layanan inklusif yang wajib dipenuhi seluruh pelaku industri.

BACA JUGA  Edy Pratowo Apresiasi Pelantikan Bias Layar, Harapkan Perjuangan Aspirasi Kalteng di Senayan

Pelaku usaha jasa keuangan diwajibkan menyediakan sarana aksesibel seperti formulir braille, jalur landai, antrean prioritas, ATM adaptif, hingga materi informasi yang dapat diakses berbagai ragam disabilitas.

Sejalan dengan pedoman tersebut, OJK mencatat peningkatan capaian edukasi pada 2024–2025. Terdapat 192 program literasi dengan 68.319 peserta, serta 100 kegiatan GENCARKAN yang menjangkau 9.410 peserta.

Kemensos, Bappenas, dan KND turut berkolaborasi dalam peluncuran Buku Pedoman Literasi Keuangan bagi Penyandang Disabilitas bertema “Disabilitas Cerdas dan Sehat Finansial Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, menyatakan bahwa pedoman baru ini menjadi panduan penting bagi penyandang disabilitas agar memahami hak finansialnya sekaligus mampu membuat keputusan keuangan sehari-hari.

BACA JUGA  Edy Pratowo Dorong Penyelesaian Tiga Raperda di Awal Tahun

Ketua KND RI, Dante Rigmalia, menyebut langkah OJK sebagai bentuk pemberdayaan yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai subjek perubahan, bukan objek bantuan.

Acara tersebut dihadiri 500 peserta, terdiri dari 300 penyandang disabilitas dan 200 pendamping, yang mendapatkan edukasi tentang literasi keuangan, roadmap inklusi nasional, serta penguatan partisipasi ekonomi.

“Kami ingin akses keuangan benar-benar terbuka bagi semua, tanpa kecuali,” tandas Friderica. (Red/Adv)

+ posts
  • Bagikan
.