JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Program Dukungan Asuransi sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko dalam industri pinjaman daring atau Pindar.
Program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem LPBBTI melalui sinergi dengan industri asuransi guna menciptakan industri yang berkelanjutan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyebut dukungan asuransi berperan penting dalam membangun kepercayaan publik.
“Keberadaan asuransi pun diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan industri Pindar yang sehat, berintegritas, dan berkelanjutan,” kata Ogi pada peluncuran program di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Ia menegaskan program tersebut tidak bersifat wajib, namun diharapkan menjadi opsi perlindungan bagi lender, khususnya melalui asuransi kredit.
Ogi menambahkan kebijakan ini telah dimasukkan dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan LPBBTI 2023–2028 sebagai agenda strategis jangka panjang OJK.
Menurutnya, tingginya risiko dalam asuransi Pindar dapat diantisipasi dengan pengelolaan yang disiplin dan kepatuhan regulasi.
“Dengan pelaksanaan asuransi yang sehat, didukung oleh manajemen risiko yang efektif, serta berpedoman pada ketentuan regulasi yang berlaku, penyelenggaraan produk asuransi kredit dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi industri asuransi maupun industri Pindar,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pembagian risiko, sistem informasi yang andal, serta penilaian risiko dan klaim secara akurat.
Ogi juga menyoroti premi asuransi harus menjadi bagian dari manfaat ekonomi Pindar dengan masa pertanggungan sekitar 12 bulan.
Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan perlindungan lender dan akses pembiayaan masyarakat nonbankable.
Selain itu, evaluasi pertanggungan wajib dilakukan secara berkala dengan ketentuan kenaikan premi hanya saat perpanjangan.
“Dengan pengaturan tersebut, dukungan asuransi diharapkan mampu memperkuat keberadaan Pindar sebagai alternatif pendanaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tandas Ogi. (Red/Adv)












