
PALANGKA RAYA – Sejumlah peserta seleksi Jabatan Administrator dan Pengawas mempertanyakan keterbukaan hasil tes yang dilaksanakan pada 27 Oktober 2025.
Hingga kini, para peserta mengaku belum memperoleh penjelasan resmi maupun rincian nilai dari panitia seleksi dan pihak Universitas Palangka Raya (UPR).
Salah satu peserta, Erniaty, menyampaikan bahwa dirinya bersama peserta lain telah mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan.
Namun, menurutnya, hasil yang diterima tidak disertai penjabaran nilai maupun indikator penilaian secara terbuka.
“Kami berharap proses administrasi dan seleksi yang dilaksanakan oleh Universitas Palangka Raya senantiasa mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Ia menilai masih terdapat ruang klarifikasi yang perlu dijelaskan secara lebih terbuka agar tidak menimbulkan multitafsir di kalangan peserta maupun pihak terkait.
Menurutnya, sejak pelaksanaan tes pada Oktober 2025 hingga awal Februari 2026, pengumuman tertulis secara rinci belum diterima peserta.
“Oleh karena itu, kami mempertimbangkan menempuh mekanisme administratif dan pengawasan internal sesuai ketentuan yang berlaku, dengan harapan adanya penjelasan resmi serta perbaikan tata kelola ke depan,” tambahnya.
Erniaty menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk partisipasi aparatur sipil negara dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik atau good governance.
Sementara itu, seorang dosen senior di Universitas Palangka Raya berinisial S menyampaikan pandangannya terkait pentingnya transparansi dalam setiap proses seleksi jabatan.
Ia menilai, setiap tahapan penilaian seharusnya disertai dengan penyampaian hasil secara tertulis dan terbuka kepada peserta.
“Keterbukaan hasil seleksi menjadi hal yang penting, karena terdapat poin-poin penilaian yang perlu dijabarkan agar dapat dipahami oleh peserta,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Rektor Universitas Palangka Raya yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut. (ags)











