
PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, berharap pembangunan di Bumi Tambun Bungai pada tahun 2026 dapat dilaksanakan secara merata hingga ke wilayah pelosok, berkelanjutan, serta memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Farida menyampaikan bahwa pemerataan pembangunan harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, perencanaan pembangunan yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat akan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.
Ia menilai sektor infrastruktur masih memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Peningkatan kualitas jalan penghubung antarwilayah, sarana transportasi, serta akses dasar lainnya di wilayah pedalaman dinilai sangat strategis untuk membuka konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat, dan mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Di sisi lain, Farida juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia mendorong penguatan sektor pendidikan dan kesehatan melalui pemerataan fasilitas, tenaga pendidik, serta tenaga kesehatan, sehingga masyarakat di seluruh wilayah Kalteng memperoleh layanan yang setara.
“Pembangunan harus seimbang antara fisik dan kualitas manusianya. Dengan masyarakat yang sehat dan terdidik, pembangunan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).
Selain itu, Farida mengingatkan agar pengelolaan sumber daya alam di Kalimantan Tengah dilakukan secara bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan.
Ia berharap pembangunan ekonomi ke depan tidak mengabaikan aspek keberlanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun mendatang.
Sebagai wakil rakyat, Farida menegaskan komitmennya untuk terus menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat serta mendorong kebijakan pembangunan yang berpihak pada kepentingan publik, demi terwujudnya Kalteng yang maju dan sejahtera. (*)











