DPRD Kalteng Soroti QRIS, Akses Internet Jadi Kunci Keberhasilan Digitalisasi

  • Bagikan
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik.

PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng menyoroti penerapan sistem pembayaran digital QRIS yang dinilai belum berjalan optimal di seluruh wilayah, khususnya di daerah pedalaman.

Keterbatasan akses internet masih menjadi kendala utama dalam mendukung penggunaan sistem tersebut di tengah masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik, menyampaikan bahwa digitalisasi transaksi memang membawa berbagai kemudahan, namun belum bisa dirasakan secara merata.

Ia menilai masih ada kesenjangan yang cukup signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan dalam hal akses teknologi.

Menurutnya, masyarakat lanjut usia dan warga di desa terpencil menjadi kelompok yang paling terdampak.

Selain minimnya jaringan internet, keterbatasan pemahaman terhadap teknologi digital juga turut memperlambat adopsi sistem pembayaran non-tunai.

“Untuk pembayaran sistem digital tentu membuat kesulitan kepada orang lanjut usia, terutama yang dari beberapa desa yang belum terkoneksi internet dan masih tertinggal pemahaman digitalisasinya. Yang dibutuhkan masyarakat pedalaman sinyal internet,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Ia menegaskan, kesiapan infrastruktur harus menjadi prioritas sebelum mendorong penerapan digitalisasi secara luas.

Tanpa dukungan jaringan yang stabil, sistem pembayaran digital seperti QRIS tidak akan berjalan efektif di lapangan.

Berdasarkan evaluasi 2026, sejumlah wilayah di Kecamatan Antang Kalang dan Parenggean, Kotim, masih menghadapi masalah kualitas jaringan yang belum memadai.

Hal ini berdampak langsung pada terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan digital, termasuk transaksi keuangan.

DPRD Kalteng mendorong Pemprov bersama pihak terkait untuk mempercepat pemerataan pembangunan jaringan telekomunikasi, sehingga masyarakat di pelosok tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.

Menurut Sutik, keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada sistem yang diterapkan, tetapi juga pada kesiapan masyarakat dan dukungan infrastruktur yang memadai.

“Yang paling utama perbaikan sinyal agar bisa masuk, supaya masyarakat di pelosok juga bisa mengikuti perkembangan teknologi dengan baik,” pungkasnya. (adv)

+ posts
BACA JUGA  Perkuat Daya Saing, Pemprov Kalteng Fokus Kendalikan Inflasi dan Kembangkan Sektor Unggulan
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights