Tim Gabungan Padamkan dan Cegah Api Karhutla Meluas di Timpah

  • Bagikan

KAPUAS – Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhut) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kapuas Tengah Unit XI bersama Brigdalkarhut KPHP Kapuas Hulu berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar tiga hektare di Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas. Penanganan dilakukan bersama unsur TNI dan Polri setelah petugas menerima laporan mengenai kebakaran di wilayah tersebut.

“Petugas bergerak cepat begitu menerima informasi adanya kebakaran. Berkat kerja sama seluruh tim, api berhasil dipadamkan secara menyeluruh,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining, baru-baru ini.

Kebakaran tersebut terjadi pada lahan dengan kondisi gambut berpasir yang berpotensi membuat api mudah menjalar apabila tidak segera ditangani. Tim Dalkarhutla bersama personel TNI dan Polri langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke area lain.

“Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala karena tidak terdapat sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat personel harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman,” ujarnya.

Untuk mendukung operasi pemadaman, petugas mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya satu unit mesin Waterax, satu selang isap, delapan selang panjang, satu unit truk tangki Hino milik Dalkarhutla, serta satu mobil kobong dan sejumlah peralatan pendukung lainnya.

“Meski sumber air terbatas, seluruh personel tetap berupaya maksimal hingga api benar-benar padam dan tidak menyebar ke wilayah lainnya,” katanya.

Agustan mengatakan, penanganan cepat dan kerja sama lintas instansi menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla, khususnya pada wilayah yang memiliki kondisi lahan rentan terbakar. Keterlibatan masyarakat juga dinilai sangat diperlukan untuk mendukung upaya pencegahan sejak dini.

“Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” tuturnya.

Menurut dia, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan, terutama pada periode kemarau karena kondisi lahan yang kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat segera ditangani sebelum meluas. Upaya bersama ini menjadi kunci untuk mencegah karhutla berkembang dan menjaga lingkungan tetap aman,” tandas Agustan. (Red/Adv)

+ posts
BACA JUGA  Bangun Kalteng dari Desa, Gubernur Tekankan Akuntabilitas hingga Antisipasi Karhutla
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights