63 Karhutla Dipadamkan, BPBPK Kalteng Perkuat Operasi di Wilayah Rawan

  • Bagikan

PALANGKA RAYA – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalteng terus diperkuat. Dalam 24 jam terakhir, sebanyak 63 kejadian Karhutla berhasil ditangani dengan total luasan lahan yang dipadamkan mencapai 115,35 hektare (Ha).

Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng mengoptimalkan penanganan melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla. Operasi melibatkan unsur gabungan, di antaranya pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPK Swakarsa, relawan dan berbagai unsur terkait.

Tim di lapangan tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pembasahan dan penyekatan area. Pemantauan secara berkala turut dilakukan pada lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran, sehingga perkembangan kondisi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Laporan Harian Sirine Posko Krisis Karhutla Kalteng per 17 September 2026 mencatat Kotawaringin Timur sebagai wilayah dengan luasan pemadaman mencapai 24,87 Ha dari sembilan kejadian. Seruyan berada berikutnya dengan 20,25 Ha dari enam kejadian.

Pulang Pisau tercatat menangani 14,50 Ha dari lima kejadian, sedangkan Kapuas mencapai 14,20 Ha dari delapan kejadian. Barito Utara menangani 12 Ha dari empat kejadian dan Katingan 10 Ha dari tiga kejadian.

Penanganan juga dilakukan di sejumlah wilayah lain. Barito Selatan mencatat 4,37 Ha, Kotawaringin Barat 3,50 Ha, Gunung Mas 3 Ha, dan Kota Palangka Raya 2 Ha.

Kemudian Sukamara dengan 1,10 Ha, Lamandau 0,50 Ha, Barito Timur 0,05 Ha serta Murung Raya 0,06 Ha. Seluruh penanganan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengendalikan api agar tidak berkembang ke area yang lebih luas.

Dari sisi sumber daya manusia, sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan di berbagai wilayah. Operasi juga diperkuat dengan enam unit helikopter dan satu unit pesawat OMC/patroli untuk mendukung kegiatan penanganan dan pemantauan.

Keterlibatan perangkat daerah juga menjadi bagian dari operasi. Sebanyak 44 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kalteng turut melaksanakan pemadaman dan penyekatan. Hingga saat ini tercatat 504 kegiatan telah dilakukan dengan total area yang berhasil diamankan mencapai 105,93 Ha.

BPBPK Kalteng terus mengatur koordinasi lintas sektor, terutama terkait pengerahan personel, pemanfaatan peralatan dan penentuan lokasi prioritas. Langkah ini dilakukan agar sumber daya yang tersedia dapat diarahkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, informasi BMKG Kalteng menunjukkan kondisi Karhutla dan sebaran asap masih perlu diwaspadai. Titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah, sementara sebaran asap dilaporkan mencapai beberapa wilayah di Kalimantan hingga lintas batas menuju negara tetangga.

Jarak pandang di beberapa wilayah juga dilaporkan terbatas. Kualitas udara di Palangka Raya dan Pangkalan Bun berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Kondisi lahan yang kering hingga sangat kering juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Pemantauan titik panas dan kawasan rawan terus dilakukan bersamaan dengan pemadaman serta pembasahan lahan. Penyekatan juga diterapkan pada lokasi tertentu sebagai langkah untuk membatasi pergerakan api dan mengantisipasi perluasan area terdampak.

BPBPK Kalteng bersama Pemprov Kalteng dan seluruh unsur terkait terus menjalankan penanganan secara terpadu. Selain menekan luasan kebakaran, operasi diarahkan untuk menjaga keselamatan masyarakat dan petugas yang terlibat dalam penanganan Karhutla. (adv)

+ posts
BACA JUGA  Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Pangan bagi PNS Golongan I-II, PPPK
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights