Wapres Gibran Perkuat Penanganan Karhutla, Kewaspadaan Diminta hingga 2027

  • Bagikan

PALANGKA RAYA – Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus diperkuat dengan mengedepankan langkah cepat, efektif, dan terukur.

Pemerintah tidak hanya diminta memastikan titik api dapat dipadamkan, tetapi juga menjamin keselamatan masyarakat dan petugas selama proses penanganan berlangsung.

Pesan tersebut disampaikan Gibran saat meninjau penanganan karhutla di tiga wilayah Kalimantan, Kamis (10/09/2026). Peninjauan dilakukan di Palangka Raya, Kalteng, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, serta Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Dalam kunjungan itu, Gibran melihat langsung perkembangan penanganan karhutla sekaligus berbagai kebutuhan yang diperlukan di lapangan. Menurutnya, kondisi setiap wilayah memiliki tantangan berbeda sehingga strategi penanganan harus disesuaikan dengan situasi yang dihadapi.

Gibran menegaskan, pemadaman api harus berjalan bersamaan dengan upaya melindungi masyarakat dari dampak karhutla. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas perlu mendapatkan perhatian khusus.

“Pemadaman titik api dan pelayanan warga harus berjalan bersamaan, termasuk pemenuhan kebutuhan pengobatan, akses pendidikan, ketersediaan masker, vitamin, air dan logistik,” tegasnya.

Pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Layanan kesehatan, akses pendidikan, serta ketersediaan kebutuhan dasar harus tetap berjalan sehingga masyarakat tetap mendapatkan perlindungan meskipun berada di tengah kondisi udara yang terdampak asap.

Selain penanganan langsung, Gibran juga mendorong penggunaan inovasi untuk mendukung pemadaman karhutla. Ia meminta setiap inovasi yang diterapkan tidak sekadar menjadi terobosan, tetapi harus dapat dibuktikan manfaatnya dan tetap mengutamakan keselamatan petugas.

“Inovasi harus terukur, efektif, dan menjawab kebutuhan lapangan. Inovasi harus kita lihat hasilnya di lapangan. Saya ingin tahu indikator keberhasilannya, aspek keselamatannya, dan kebutuhan petugas. Yang penting inovasi membantu pemadaman dan digunakan sesuai prosedur,” imbuhnya.

Salah satu inovasi yang ditinjau Gibran berada di Kalimantan Selatan, yakni penggunaan formulasi surfaktan ramah lingkungan untuk membantu pemadaman kebakaran di lahan gambut.

Formulasi tersebut dikembangkan melalui kajian dan analisis laboratorium terhadap cairan pembentuk busa yang kemudian direformulasi sesuai kebutuhan pemadaman lahan gambut.

Penggunaan formulasi ini membantu air menembus lapisan gambut sekaligus membentuk busa di permukaan. Proses tersebut dapat mendukung pendinginan dan pemadaman bara di bawah permukaan gambut sekaligus membuat penggunaan air menjadi lebih efisien.

Berdasarkan pengujian menggunakan drone thermal, suhu area gambut yang sebelumnya mencapai sekitar 130 derajat Celsius dapat turun hingga sekitar 30 derajat Celsius dalam waktu kurang lebih satu menit setelah aplikasi.

Saat meninjau Posko Penanggulangan Karhutla di Banjarbaru, Gibran juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih.

Ia memastikan pemerintah akan terus memaksimalkan upaya penanganan sesuai arahan Presiden.

“Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Tapi kami akan memaksimalkan, kami akan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden,” ungkapnya.

Gibran selanjutnya meminta koordinasi pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat. Setiap persoalan yang muncul di lapangan harus segera ditangani dan memiliki tindak lanjut yang jelas. Upaya pencegahan juga perlu menjadi perhatian agar potensi karhutla dapat ditekan sejak dini.

Terlebih, kondisi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027. Karena itu, patroli pencegahan diminta ditingkatkan, disertai penguatan koordinasi dengan seluruh elemen dan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.

“Tingkatkan kewaspadaan El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027. Lakukan patroli pencegahan lebih intens. Tingkatkan koordinasi dan rangkul semua elemen. Pastikan setiap kendala lapangan ditangani dengan cepat dan terukur. Tingkatkan juga sosialisasi dan edukasi publik,” pungkasnya. (adv)

+ posts
BACA JUGA  Wapres Gibran Tinjau Langsung Penanganan Karhutla Kalteng
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights