Satu Komando Hadapi Karhutla, 10.700 Personel Kalteng Disiapkan Bergerak

  • Bagikan

PALANGKA RAYA – Pemprov Kalteng memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 10.700 personel gabungan disiapkan untuk mendukung penanganan di lapangan, mulai dari pencegahan, deteksi dini hingga pemadaman ketika kebakaran terjadi.

Kekuatan personel itu menjadi bagian dari langkah Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dalam menghadapi potensi peningkatan karhutla. Selain mengandalkan unsur pemerintah dan aparat, Pemprov Kalteng juga memperkuat keterlibatan masyarakat melalui ribuan relawan yang tersebar dalam berbagai kelompok penanganan kebakaran.

Berdasarkan analisis data kesiapan personel 2026 dari 14 kabupaten dan kota se-Kalteng, sebanyak 10.700 personel siap dikerahkan. Mereka berasal dari unsur Pemprov, BPBD, Dinas Kehutanan, DLH, TNI, Polri, serta relawan masyarakat.

Dari jumlah itu, lebih dari 5.300 orang merupakan relawan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA), Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Balakar, dan Redkar. Keterlibatan relawan menjadi kekuatan penting karena masyarakat memiliki peran langsung dalam membantu mendeteksi potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.

Pemadaman pada tahap awal menjadi perhatian utama dalam penanganan karhutla. Ketika informasi mengenai kemunculan api dapat diterima dengan cepat dan personel segera bergerak, peluang untuk mencegah kebakaran meluas menjadi lebih besar.

Karena itu, koordinasi antara masyarakat, relawan, pemerintah daerah dan unsur penanganan karhutla perlu berjalan secara cepat dan terarah.

Penguatan kesiapan juga diperkuat melalui penetapan status tanggap darurat. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran telah mengeluarkan Keputusan Gubernur Kalteng Nomor 100.3.3.1/230/2026 tertanggal 31 Agustus 2026 tentang penetapan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalteng tahun 2026.

Keputusan itu menjadi dasar dalam mendukung pengerahan personel dan logistik untuk penanganan karhutla. Dengan status tanggap darurat, koordinasi sumber daya dapat diperkuat sehingga kebutuhan penanganan di lapangan dapat diarahkan melalui mekanisme yang lebih jelas.

Agustiar juga menekankan pentingnya satu komando dalam pelaksanaan tugas. Banyaknya unsur yang terlibat membutuhkan pembagian tugas dan koordinasi yang jelas agar seluruh kekuatan dapat bergerak menuju sasaran yang sama.

Penegasan itu disampaikan Agustiar ketika memimpin Apel Gelar Pasukan Penguatan Penanganan Karhutla di Halaman Istana Isen Mulang, Senin (31/8/2026). Apel diikuti ASN dan relawan sebagai bagian dari penguatan kesiapan menghadapi karhutla di Kalteng.

Dalam arahannya, Agustiar meminta tim penanganan di lapangan tetap berada dalam satu komando bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD dan unsur terkait.

Ia juga mengingatkan agar setiap personel memahami tugas yang diberikan serta memiliki perlengkapan dan logistik yang memadai.

“Pastikan personel kita siap dan memahami tugas, memiliki perlengkapan dan logistik yang memadai, serta dalam koordinasi yang jelas. Pastikan mereka semua terlindungi,” ucapnya.

Kesiapan perlengkapan dan logistik menjadi bagian penting dalam mendukung kerja personel di lapangan. Penanganan karhutla membutuhkan kondisi fisik dan perlindungan yang memadai agar petugas dapat menjalankan tugas dengan aman, sekaligus mampu merespons kondisi kebakaran secara cepat.

Di sisi lain, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas. Masyarakat memiliki peran besar dalam mengurangi potensi karhutla dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang dapat memicu api. Pelaporan secara cepat apabila menemukan titik api juga dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih awal.

Pemprov Kalteng berharap kekuatan 10.700 personel, termasuk lebih dari 5.300 relawan, mampu memperkuat respons terhadap karhutla.

Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi bagian dari upaya menekan luasan kebakaran sekaligus mengurangi risiko kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Dengan kesiapan personel, dukungan logistik, status tanggap darurat serta penerapan satu komando, seluruh unsur penanganan karhutla didorong untuk bergerak secara terpadu.

Kesiapsiagaan itu diharapkan dapat membuat respons di lapangan semakin cepat ketika ancaman kebakaran muncul. (adv)

+ posts
BACA JUGA  Seluruh ASN Kalteng Dikerahkan Hadapi Karhutla, Agustiar: Jangan Ada yang Bergerak Sendiri
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights