DPRD Kalteng Komitmen Kawal Pembangunan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu Hingga Tuntas

  • Bagikan
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid.

PALANGKA RAYA – Komisi IV DPRD Kalteng menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu di Kotawaringin Timur (Kotim) agar berlangsung secara berkelanjutan.

Setelah ruas jalan itu resmi menjadi kewenangan Pemprov Kalteng, penanganan mulai dilakukan secara bertahap melalui pembangunan infrastruktur pendukung.

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng Abdul Hafid mengatakan, pada tahun 2026 telah dialokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk membangun lima unit box culvert.

Pekerjaan tersebut menjadi tahap awal dalam upaya meningkatkan kualitas jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat di kawasan seberang Sungai Mentaya.

“Penanganannya dilakukan secara bertahap. Tahun ini dialokasikan Rp2,5 miliar untuk pembangunan lima unit box culvert,” kata Hafid, Selasa (14/7/2026).

Ia menyampaikan, rencana penanganan jalan itu telah dibahas bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Kalteng.

Pembangunan box culvert diprioritaskan untuk memperbaiki titik-titik yang kerap menghambat arus transportasi masyarakat, terutama ketika curah hujan meningkat.

Hafid menilai peningkatan infrastruktur jalan memiliki arti penting bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.

Akses transportasi yang semakin baik akan memperlancar mobilitas warga, memudahkan distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendukung aktivitas ekonomi di wilayah pedesaan.

“Kami berharap akses jalan masyarakat semakin baik sehingga mampu mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu memiliki panjang sekitar 125 kilometer dan menjadi salah satu ruas strategis di Kotim.

Jalur ini menghubungkan jalan nasional dengan wilayah perbatasan Katingan, sekaligus menjadi akses utama bagi Kecamatan Cempaga, Kecamatan Seranau, dan Kecamatan Pulau Hanaut.

Keberadaan jalan tersebut juga menjadi urat nadi transportasi bagi sedikitnya 23 desa. Dengan peningkatan infrastruktur secara bertahap, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin kuat, pelayanan publik lebih mudah dijangkau, serta potensi ekonomi lokal dapat berkembang lebih optimal.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Komisi IV akan terus mendorong agar program pembangunan tidak berhenti pada tahap awal.

Dukungan anggaran secara berkesinambungan dinilai penting agar peningkatan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu dapat diselesaikan secara bertahap dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Saya akan terus mengawal agar pembangunan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu mendapat dukungan anggaran secara berkelanjutan dari Pemprov Kalteng,” tandas Hafid. (adv)

+ posts
BACA JUGA  Junaidi Tekankan Sinergi Masyarakat dan Aparat untuk Wujudkan Kalteng yang Aman
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights