
PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng meminta agar pengawasan terhadap distribusi dan harga pangan diperketat menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026, guna memastikan ketersediaan bahan pokok benar-benar dirasakan masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan Perum Bulog Kantor Wilayah Kalteng, stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) saat ini mencapai 14.458 ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung langkah stabilisasi harga jika terjadi gejolak di pasaran.
Ia menilai, kesiapan stok merupakan langkah positif dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Namun demikian, DPRD menekankan pentingnya memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak menimbulkan ketimpangan antarwilayah, terutama di daerah yang aksesnya relatif jauh dari pusat distribusi.
“Memang demikianlah yang kita harapkan. Kami berharap ketersediaan pangan tetap terjaga dengan baik tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga hingga Hari Raya Idulfitri. Demikian juga dengan harga-harga kebutuhan pokok, kita harapkan tetap stabil,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, peningkatan kebutuhan selama Ramadan harus diantisipasi dengan langkah konkret, termasuk pemantauan rutin harga di pasar dan kesiapan pelaksanaan operasi pasar apabila dibutuhkan.
DPRD juga mendorong agar informasi terkait stok dan harga disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Siti Nafsiah menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD akan terus dijalankan untuk memastikan kebijakan pengendalian pangan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Pemantauan di lapangan tetap harus dilakukan secara berkala untuk memastikan kestabilan tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke tingkat bawah,” tambahnya.
Dengan sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan DPRD, diharapkan stabilitas pasokan serta harga pangan di Kalteng dapat terjaga hingga perayaan Idulfitri 2026. (*)











