
PALANGKA RAYA – Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan terus diperkuat. Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hamka, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran membuka secara resmi kegiatan Ceremonial Sastra Citra Abadi (SCA) Borneo Education di Luwansa Hotel Palangka Raya, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelaksanaan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Februari 2026, dan diikuti tenaga kesehatan, khususnya perawat.
Dalam sambutannya, Hamka menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan langkah strategis dalam memperkuat mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Inisiatif ini sangat positif karena berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di daerah. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sektor kesehatan memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Oleh sebab itu, tenaga kesehatan dituntut memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk kondisi kegawatdaruratan.
Hamka juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan fasilitas pelayanan kesehatan agar pelatihan dan praktik di lapangan berjalan seimbang.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, katanya, mendukung berbagai inovasi yang mendorong peningkatan kualitas tenaga kesehatan di daerah.
Sementara itu, Ketua SCA Borneo Education, Sastra, menyampaikan bahwa lembaganya resmi berdiri di Kalimantan Tengah pada 15 Desember 2025.
Kehadiran SCA Borneo Education bertujuan menghadirkan pemerataan akses pelatihan kompetensi bagi tenaga kesehatan di wilayah tersebut.
“Meski secara resmi berdiri pada 2025 di Kalimantan Tengah, kami telah aktif menyelenggarakan pelatihan, webinar, dan workshop sejak 2016,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama ini banyak tenaga kesehatan dari daerah harus mengikuti pelatihan di Pulau Jawa untuk memenuhi standar kompetensi tertentu. Kondisi tersebut mendorong pihaknya menghadirkan program pelatihan langsung di daerah.
“Dengan adanya layanan pelatihan di daerah, diharapkan tenaga kesehatan tidak lagi terbebani biaya dan waktu perjalanan yang jauh, sehingga akses peningkatan kompetensi bisa lebih merata,” ungkap Sastra.
Menurutnya, pelatihan BTCLS menjadi salah satu kompetensi dasar yang penting bagi perawat, karena situasi kegawatdaruratan dapat terjadi di berbagai tempat, tidak terbatas pada fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia berharap, melalui pelatihan tersebut, tenaga kesehatan di Kalimantan Tengah semakin siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, termasuk dalam pemanfaatan teknologi medis.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan kompetensi tenaga kesehatan di daerah, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tutupnya. (*)











