
PALANGKA RAYA – Seminar Natal Nasional 2025 di Kalimantan Tengah menghadirkan dialog mendalam mengenai ketahanan keluarga dan penguatan karakter melalui nilai kearifan lokal. Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Tjilik Riwut, Jumat (12/12/2025), dengan ratusan peserta dari berbagai unsur.
Acara dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng Yulindra Dedy mewakili Sekda, Perwakilan Panitia Nasional Dr. Suwarsono, Kakanwil Kemenag H. Muhammad Yusi Abdhian, Vikaris Jenderal Keuskupan Palangka Raya RD Silvanus Subandi, serta para tokoh umat dan masyarakat.
Dr. Muhammad Qodari, Dr. Suwarsono, Sandra Mariyus Adip, dr. Linae Victoria Aden, dan Rm. Dr. Fransiskus Janu Hamu tampil sebagai pemateri dengan sesi dipandu Prof. Dr. Stephanus yang menyoroti hubungan antara nilai iman dan peran keluarga dalam menjawab tantangan sosial.
Falsafah Huma Betang menjadi titik pijak utama diskusi karena mencerminkan kehidupan rukun, gotong royong, serta penghargaan terhadap kebinekaan yang menjadi identitas masyarakat Kalteng.
Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Yulindra Dedy, menekankan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga harmoni sosial melalui nilai budaya.
“Kami berkomitmen mendorong implementasi nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap program pembangunan daerah, serta menjamin kerukunan umat beragama sebagai modal utama pembangunan yang damai dan maju,” jelasnya, Jumat (12/12/2025).
Ia berharap seminar menghasilkan langkah konkret yang memperkuat ketahanan keluarga.
Perwakilan Panitia Nasional, Dr. Suwarsono, menegaskan pentingnya nilai solidaritas dan budaya Dayak dalam memperkaya perayaan Natal Nasional.
“Seminar ini merupakan kegiatan penting karena Kalteng adalah tanah dengan kekayaan Dayak, tradisi gotong royong serta semangat habaring hurung, sehingga menjadi pesan Natal bahwa kasih Allah melingkupi seluruh umat. Seminar ini berupaya meletakkan isu-isu yang ada pada keluarga dan mempengaruhi rumah tangga akan menjadi bagian dari refleksi bersama. Keluarga Kristen diajak menemukan ruang hangat dalam dialog,” katanya.
Kakanwil Kemenag H. Muhammad Yusi Abdhian menjelaskan bahwa nilai Huma Betang sangat relevan bagi penguatan keluarga masa kini.
“Kementerian Agama memandang tema ini sangat strategis. Keluarga adalah fondasi masyarakat, dan nilai-nilai Huma Betang dapat memperkuat ketahanan keluarga, menumbuhkan sikap toleransi, serta memperkokoh moderasi beragama di Bumi Tambun Bungai,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kurikulum cinta sebagai bagian dari Asta Protas untuk memperkuat karakter masyarakat.
“Saya berharap melalui seminar ini lahir gagasan-gagasan praktis yang bisa diaplikasikan dalam pembinaan keluarga di Kalimantan Tengah—baik dalam pendidikan, kehidupan sosial, maupun pembentukan karakter generasi muda,” tambahnya.
Vikaris Jenderal Keuskupan Palangka Raya, RD Silvanus Subandi, menyampaikan bahwa nilai kemanusiaan dan persaudaraan harus terus diperkuat dalam kehidupan sosial.
“Nilai tersebut selaras dengan spirit pelayanan gereja yang senantiasa mendorong umat untuk membangun kedamaian serta menghadirkan sukacita bagi sesama,” katanya.
“Seminar ini menjadi pengingat bahwa keluarga adalah pusat tumbuhnya kedamaian dan cinta kasih,” tandas Bandi. (Red/Adv)
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com
- Redaktur^Malawen.com











