DPRD Barito Utara Nilai Razia Knalpot Brong Satlantas Efektif Tekan Gangguan dan Balapan Liar

  • Bagikan
Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Taufik Nugraha.

MUARA TEWEH – Penertiban knalpot tidak standar atau brong yang gencar dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Barito Utara kembali mendapat apresiasi dari DPRD Barito Utara.

Langkah ini dinilai efektif dalam menekan gangguan kebisingan sekaligus meminimalisir potensi balapan liar yang meresahkan masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Taufik Nugraha, mengatakan bahwa razia knalpot brong merupakan kebijakan tepat yang sejalan dengan aspirasi warga.

Pasalnya, suara bising dari kendaraan berknalpot tidak standar selama ini sering dikeluhkan karena mengganggu kenyamanan, terutama pada waktu malam hingga dini hari.

Menurutnya, ketegasan Satlantas tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga menjadi bentuk edukasi agar masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

“Operasi ini patut diapresiasi karena memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Knalpot brong bukan hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi memicu aksi negatif seperti balapan liar di jalan umum,” ujar Taufik, Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan, penggunaan knalpot yang tidak sesuai dengan standar pabrikan dapat memengaruhi stabilitas kendaraan dan menurunkan tingkat keselamatan pengendara.

Oleh karena itu, razia yang konsisten diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan sekaligus memberikan efek jera bagi pelanggar.

Taufik juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan modifikasi kendaraan yang bertentangan dengan aturan, serta selalu mematuhi ketentuan lalu lintas demi kenyamanan bersama.

“Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas bersama. Dengan mematuhi aturan, kita ikut menciptakan lingkungan yang tertib dan aman,” tegasnya.

DPRD Barito Utara pun mendorong agar kegiatan penertiban ini terus dilakukan secara berkelanjutan dan terukur, sehingga mampu membentuk budaya berlalu lintas yang lebih disiplin di wilayah Barito Utara.

“Ini bukan semata soal razia, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan ruang publik yang nyaman dan tertib,” pungkas Taufik. (red/adv)​

+ posts
  • Bagikan
.