Amonius Tuyum Soroti Pemanfaatan Papan Interaktif di Sekolah Kalteng, Tekankan Kesiapan Infrastruktur

  • Bagikan
Anggota DPRD Kalteng, Amonius Tuyum.

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng, Amonius Tuyum, menekankan pentingnya optimalisasi bantuan papan interaktif digital yang telah disalurkan Pemprov Kalteng ke SMA, SMK dan Sekolah Khusus (SKh) sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan.

Program yang mulai berjalan sejak 2024 tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan Kalteng dengan menyalurkan papan interaktif digital dan dukungan jaringan internet ke sekolah-sekolah menengah.

Kebijakan ini diarahkan untuk mempercepat transformasi pembelajaran berbasis teknologi serta mendorong pemerataan kualitas pendidikan.

Amonius berharap sekolah-sekolah di wilayah Barito Timur dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh guru dan siswa.

“Saya berharap di Barito Timur ini program tersebut dapat berjalan seperti di daerah-daerah lain karena bantuan papan interaktif itu sangat besar manfaatnya,” ujarnya, baru-baru ini.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil IV yang meliputi Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara dan Murung Raya, ia menilai perangkat tersebut mampu mendukung metode pembelajaran yang lebih interaktif.

Penggunaan media digital dinilai dapat membantu guru menjelaskan materi secara lebih variatif, terutama pada pelajaran yang membutuhkan tampilan visual.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Ketersediaan listrik yang belum stabil serta jaringan internet yang terbatas menjadi faktor utama yang memengaruhi pemanfaatan papan interaktif di beberapa sekolah.

“Kendala utama adalah jaringan internet dan listrik yang belum stabil di sejumlah sekolah. Kalau sudah memakai papan interaktif pasti membutuhkan daya listrik yang lebih besar dan juga jaringan internet yang stabil,” katanya.

Berdasarkan informasi yang beredar di media, sejak 2024 Pemprov Kalteng telah menyiapkan ribuan unit papan interaktif digital untuk SMA, SMK dan SKh. Namun di beberapa sekolah, perangkat tersebut belum terpasang dan masih disimpan karena mempertimbangkan aspek infrastruktur dan keamanan.

“Beberapa sekolah juga masih menghadapi kendala masalah keamanan, sehingga perangkat papan interaktif belum bisa dipasang di sekolah dengan pertimbangan rawan dicuri,” ungkapnya.

Selain persoalan infrastruktur dan keamanan, Amonius juga menyoroti kesiapan sumber daya manusia.

Ia menilai pelatihan bagi guru perlu diperkuat agar pemanfaatan teknologi benar-benar mendukung peningkatan mutu pembelajaran.

“Masih ada juga guru yang belum siap menggunakan perangkat papan interaktif tersebut sehingga perlu diberi pelatihan,” tambahnya.

Ia berharap program digitalisasi pendidikan di Kalteng tidak hanya berfokus pada pengadaan perangkat, tetapi juga diiringi dengan penguatan infrastruktur dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata di seluruh daerah. (*)

+ posts
BACA JUGA  BPJS Ketenagakerjaan Dorong Perluasan Jaminan Sosial Pekerja di Kalteng
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights