
PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng, Abdul Hafid, menyoroti meningkatnya kasus penipuan online yang menyasar berbagai kalangan masyarakat.
Ia mengingatkan agar warga lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial maupun aplikasi digital lainnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola interaksi dan transaksi masyarakat menjadi serba cepat dan praktis.
Namun, kemudahan tersebut juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan siber dengan berbagai modus yang semakin beragam.
“Kesadaran dan kehati-hatian menjadi kunci utama agar masyarakat tidak menjadi korban. Jangan mudah percaya dengan informasi atau tawaran yang belum tentu kebenarannya,” ujar Abdul Hafid, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah modus penipuan yang kerap terjadi meliputi pencurian data melalui tautan palsu, pembajakan akun media sosial, hingga penipuan berkedok jual beli online dan undian berhadiah.
Dalam beberapa kasus, pelaku juga memanfaatkan kelengahan korban untuk memperoleh data penting yang kemudian disalahgunakan.
Abdul Hafid menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, seperti nomor identitas, informasi perbankan, dan kode keamanan yang bersifat rahasia.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengunggah informasi pribadi secara berlebihan di ruang publik digital.
Selain itu, ia mendorong agar masyarakat memanfaatkan fitur keamanan yang telah disediakan, seperti verifikasi dua langkah, pengaturan privasi akun, serta penggunaan kata sandi yang kuat dan berbeda di setiap platform.
Ia menilai, literasi digital harus terus ditingkatkan agar masyarakat mampu mengenali ciri-ciri penipuan dan memahami langkah pencegahan yang tepat.
Peran keluarga dan lingkungan sekitar juga dinilai penting dalam saling mengingatkan terkait potensi ancaman di dunia maya.
“Dengan pemahaman yang baik dan kewaspadaan bersama, kita dapat meminimalkan risiko serta menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi semua,” pungkasnya. (*)











