
PALANGKA RAYA – BPJS Ketenagakerjaan memperkuat kemitraan dengan insan pers melalui kegiatan media gathering bersama Kominfo serta media online dan cetak se-Kalteng, belum lama ini.
Kegiatan yang digelar di XXI Premier Duta Mall Palangka Raya tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum diskusi mengenai upaya peningkatan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan, Adi Hendrata, menyampaikan bahwa potensi pekerja di Kalteng mencapai sekitar 1,7 hingga 1,8 juta orang. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 40 persen yang terdaftar sebagai peserta aktif.
“Kondisi ini menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama agar perlindungan bisa menjangkau lebih banyak pekerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan mengelola lima program perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan.
Program-program tersebut dirancang untuk memberikan jaring pengaman atas risiko sosial ekonomi yang dapat dialami pekerja dan keluarganya.
Salah satu manfaat yang menjadi perhatian adalah beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang meninggal dunia.
Dengan masa kepesertaan minimal tiga tahun, dua orang anak berhak menerima beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi dengan total manfaat mencapai Rp174 juta.
Menurut Adi, iuran yang dimulai dari Rp16.800 per bulan untuk dua program dasar tergolong terjangkau.
Namun demikian, tingkat literasi masyarakat terkait pentingnya perlindungan jaminan sosial masih perlu ditingkatkan.
“Kami membutuhkan dukungan media agar informasi ini dapat tersampaikan secara luas dan berimbang kepada masyarakat,” katanya.
Selain program utama, BPJS Ketenagakerjaan juga menjalankan program “Sertakan” sebagai bentuk gotong royong sosial untuk membantu pekerja informal yang belum mampu membayar iuran.
Masyarakat dapat berpartisipasi dengan mendaftarkan dan membayarkan iuran bagi pekerja informal di sekitarnya.
Tak hanya itu, tersedia pula Manfaat Layanan Tambahan berupa fasilitas pembiayaan perumahan bagi peserta, baik untuk renovasi maupun pembelian rumah subsidi dan non-subsidi dengan tenor hingga 15 tahun.
Sepanjang tahun terakhir, total klaim yang dibayarkan di wilayah Kalimantan tercatat mencapai Rp4,9 triliun kepada ratusan ribu peserta atas berbagai risiko, seperti kecelakaan kerja, pemutusan hubungan kerja, hingga kematian.
Data tersebut menunjukkan fungsi perlindungan sosial berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangkaraya, Subhan Adi Nugroho, menilai peran media sangat strategis dalam memperluas jangkauan informasi, terutama bagi pekerja di wilayah pedesaan dan sektor UMKM di Kalteng.
Ia berharap sinergi yang terbangun dapat terus diperkuat agar semakin banyak pekerja yang memahami hak dan kewajibannya dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis cakupan perlindungan bagi pekerja di Kalteng dapat terus meningkat,” ujarnya. (*)











