BPS Catat Kenaikan Harga Perhiasan dan Pangan Tekan Inflasi

  • Bagikan
FOTO Ist.: Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti

PALANGKARAYA – Laju inflasi Provinsi Kalimantan Tengah pada Oktober 2025 mengalami peningkatan yang signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut sejumlah komoditas seperti emas perhiasan, daging ayam ras, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) menjadi faktor utama penyumbang inflasi.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyatakan bahwa emas perhiasan memberikan andil tertinggi sebesar 0,58 persen, diikuti daging ayam ras 0,20 persen, serta SKM 0,17 persen.

“Komoditas- komoditas ini memberikan dampak besar terhadap peningkatan indeks harga konsumen (IHK) Kalimantan Tengah yang pada Oktober 2025 mencapai 108,64 dengan inflasi tahunan sebesar 2,73 persen,” kata Agnes, Senin (3/11/2025).

BACA JUGA  DPRD Kalteng Optimalkan Pembahasan Regulasi Daerah, Dua Pansus Dibentuk Bahas Tiga Raperda

Agnes menambahkan, sejumlah bahan pangan juga turut berkontribusi terhadap kenaikan inflasi. “Bawang merah memberikan andil 0,14 persen dan beras 0,10 persen, sementara kopi bubuk serta minyak goreng ikut menambah tekanan harga,” ujarnya.

Lebih lanjut, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi hingga 11,46 persen, dipengaruhi oleh peningkatan harga emas perhiasan.

“Kelompok ini menyumbang 0,66 persen terhadap inflasi umum. Artinya, meskipun inflasi terkendali, sektor ini tetap menjadi motor kenaikan harga,” tuturnya.

Namun, di sisi lain, komoditas seperti ikan nila, angkutan udara, dan bawang putih justru membantu menekan inflasi. “Ikan nila menjadi komoditas dengan andil deflasi tertinggi, yakni minus 0,17 persen,” katanya.

BACA JUGA  Junaidi Dorong Perangkat Daerah Tingkatkan Kepatuhan Pengelolaan Anggaran

Agnes menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan harga menjelang akhir tahun.

“Langkah-langkah pengawasan harga dan penguatan koordinasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar daya beli masyarakat tetap kuat,” tandas Agnes. (Red/Adv)

+ posts
  • Bagikan
.