
PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Kalteng mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik penukaran uang tidak resmi serta potensi peredaran uang palsu menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Imbauan tersebut disampaikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan baru menjelang hari besar keagamaan.
Bank Indonesia melalui program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) 2026 menyediakan layanan penukaran uang sekaligus memperkuat edukasi literasi rupiah kepada masyarakat.
Kepala BI Kalteng Yuliansyah Andrias mengatakan, meningkatnya permintaan uang pecahan baru sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan jasa penukaran uang di luar layanan resmi.
“Kami mengingatkan masyarakat agar melakukan penukaran uang hanya melalui layanan resmi Bank Indonesia maupun perbankan, sehingga lebih aman dan terhindar dari risiko menerima uang palsu,” ujar Yuliansyah, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan penukaran uang, Bank Indonesia telah menyediakan sistem digital melalui website PINTAR yang memungkinkan masyarakat melakukan pemesanan jadwal penukaran secara daring.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengetahui lokasi penukaran resmi yang disediakan Bank Indonesia, memilih jadwal penukaran sesuai ketersediaan kuota, serta memperoleh kepastian layanan sebelum datang ke lokasi penukaran.
Menurut Yuliansyah, digitalisasi layanan tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengurangi antrean dan potensi kerumunan di lokasi penukaran uang.
“Jika sebelumnya masyarakat harus mengantre untuk mendapatkan nomor penukaran, kini proses tersebut dapat dilakukan melalui pengaturan jadwal secara digital sehingga lebih tertib dan efisien,” jelasnya.
Selain menyediakan layanan penukaran uang, Bank Indonesia juga memanfaatkan platform PINTAR sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya menggunakan uang rupiah yang asli serta mengenali ciri-ciri keaslian uang.
Ia menegaskan bahwa website PINTAR merupakan situs resmi Bank Indonesia yang dapat diakses melalui alamat pintar.bi.go.id dan bukan aplikasi yang tersedia di Play Store, sehingga masyarakat diminta berhati-hati terhadap kemungkinan adanya aplikasi palsu yang mengatasnamakan layanan tersebut.
Melalui edukasi dan layanan penukaran resmi yang disediakan, Bank Indonesia berharap masyarakat di Kalteng dapat memenuhi kebutuhan uang pecahan baru secara aman menjelang Idulfitri serta turut menjaga kepercayaan terhadap rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. (*)











