Hilirisasi Cabai Dinilai Jadi Solusi Jaga Nilai Komoditas

  • Bagikan
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah.

PALANGKA RAYA – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Siti Nafsiah, meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret menyikapi anjloknya harga cabai yang dialami petani di Kabupaten Kapuas. Menurutnya, fenomena tersebut mencerminkan perlunya pembenahan tata niaga hortikultura agar petani tidak terus menjadi pihak yang menanggung kerugian.

“Jadi yang terganggu bukan hanya produksi, tetapi juga ekonomi keluarga petani,” kata Siti Nafsiah, baru-baru ini.

Ia menilai, turunnya harga cabai hingga berada di bawah biaya produksi telah memberikan tekanan besar terhadap keberlangsungan usaha tani. Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa sistem distribusi dan pemasaran hasil pertanian masih memerlukan perbaikan agar mampu memberikan perlindungan yang lebih baik kepada petani.

“Petani membutuhkan kepastian harga dan pasar agar dapat terus berproduksi tanpa dibayangi kerugian setiap kali panen raya,” ujarnya.

Siti menegaskan pentingnya kebijakan stabilisasi harga yang dibarengi dengan penguatan rantai pasok melalui koperasi, kemitraan usaha, maupun pihak penyerap hasil panen. Menurutnya, langkah tersebut akan meningkatkan posisi tawar petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di daerah.

“Petani tidak boleh berada pada posisi tawar yang lemah,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah mempercepat pengembangan industri hilirisasi hortikultura sehingga hasil panen cabai tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti cabai bubuk, pasta, maupun cabai kering yang memiliki daya simpan lebih panjang.

“Perlu pengembangan hilirisasi pascapanen agar nilai komoditas tetap terjaga,” tuturnya.

Menurut Siti, Komisi II DPRD Kalteng akan terus mengawasi pelaksanaan berbagai kebijakan di sektor pertanian agar petani memperoleh perlindungan yang memadai. Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi menjaga stabilitas harga dan memperkuat sistem pemasaran hasil pertanian sehingga kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah dapat terus meningkat. “Kami akan terus mengawal berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani agar mereka dapat menjalankan usahanya secara berkelanjutan dan lebih sejahtera,” tandas Siti. (Red/Adv)

+ posts
BACA JUGA  Purdiono Harap BUMD Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights