Noor Fazariah Tampung Aspirasi Desa Palampai, Prioritaskan Kesejahteraan Nelayan dan Infrastruktur

  • Bagikan
Anggota DPRD Kalteng, Noor Fazariah Kamayanti.

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng yang juga Juru Bicara Daerah Pemilihan (Dapil) V Kapuas dan Pulang Pisau, Noor Fazariah Kamayanti, menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Palampai, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas.

Aspirasi tersebut berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan ekonomi nelayan, serta perbaikan sarana dan prasarana desa.

Pada sektor kesejahteraan, masyarakat mendorong realisasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dikawal oleh Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih.

Program ini dinilai strategis untuk memperkuat kelembagaan nelayan sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.

“Masyarakat berharap agar dana desa yang akan digunakan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat dimasukkan ke dalam pokok pikiran (pokir), sehingga dukungan anggaran dapat direncanakan secara lebih matang dan berkesinambungan,” ungkapnya, belum lama ini.

BACA JUGA  Pemprov Kalteng Dorong Penyesuaian Substansi Raperda Perpustakaan dan Kearsipan Sesuai Regulasi Terbaru

Ia menuturkan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program prioritas nasional dengan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dukungan tersebut meliputi pendampingan sumber daya manusia, pelatihan pengembangan usaha, serta kemudahan akses permodalan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan secara nyata.

Selain aspek kesejahteraan, masyarakat Desa Palampai juga menyoroti kondisi infrastruktur yang masih memerlukan pembenahan. Jalan desa yang mengalami kerusakan dinilai menghambat kelancaran aktivitas warga dan distribusi hasil produksi.

Bahkan, warga sebelumnya secara gotong royong memperbaiki sementara jembatan penghubung antar-RT yang telah rusak cukup lama.

BACA JUGA  Disdik Kalteng Genjot Inovasi Sekolah, Penguasaan AI dan STEM Jadi Arah Kebijakan 2026

“Masih terdapat beberapa RT yang kekurangan lampu penerangan dan pasokan listrik. Hal ini berdampak pada kenyamanan dan keamanan warga, sekaligus perkembangan ekonomi lokal,” jelas Noor Fazariah.

Aspirasi tersebut akan diperjuangkan melalui jalur perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

+ posts
  • Bagikan
.