
PALANGKA RAYA – Tren peningkatan kriminalitas di Kota Palangka Raya belakangan ini mendapat perhatian DPRD Kalteng.
Sejumlah kasus seperti pecah kaca mobil dan perampokan minimarket dinilai perlu direspons dengan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menyampaikan bahwa situasi tersebut mencerminkan perlunya penguatan sistem keamanan yang lebih terintegrasi.
Ia menilai, berbagai faktor seperti pengawasan lingkungan, kondisi sosial ekonomi, hingga efektivitas aparat di lapangan turut memengaruhi tingkat kriminalitas.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya menjaga keamanan tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus menyeluruh dan melibatkan banyak pihak,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, pendekatan preventif harus menjadi prioritas dalam menekan angka kejahatan.
Penataan kawasan, peningkatan kualitas penerangan jalan, serta pengawasan di titik-titik rawan dinilai sebagai langkah awal yang perlu diperkuat.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan sekitar, termasuk memastikan area publik aman dan tertata dengan baik,” katanya.
Selain itu, ia mendorong optimalisasi penggunaan teknologi seperti CCTV di lokasi strategis guna membantu pengawasan dan mempercepat penanganan apabila terjadi tindak kriminal.
Peran masyarakat juga dinilai tidak kalah penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia mengajak warga untuk aktif kembali dalam kegiatan siskamling sebagai bentuk partisipasi langsung dalam menciptakan rasa aman.
“Kolaborasi antara masyarakat, kepolisian, dan Satpol PP sangat diperlukan agar pengawasan bisa berjalan lebih efektif,” ucapnya.
Ia menambahkan, peningkatan patroli serta respons cepat terhadap laporan masyarakat harus terus dioptimalkan agar potensi gangguan keamanan dapat segera diantisipasi.
“Dengan sinergi yang kuat dan langkah yang terarah, diharapkan kondisi keamanan di Palangka Raya dapat terus membaik dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat,” tandasnya. (don)











