19 Desa dan 1 Kelurahan Terisolasi, DPRD Kalteng Dorong Percepatan Jalan Cempaga Mulia–Kampung Melayu

  • Bagikan
Anggota DPRD Kalteng, Abdul Hafid.

PALANGKA RAYA – Permasalahan keterisolasian wilayah pesisir di Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menjadi perhatian.

Dalam agenda reses pada Rabu (8/4/2026), Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, menerima aspirasi masyarakat yang mendesak percepatan pembangunan ruas jalan Cempaga Mulia–Kampung Melayu (Katingan).

Kepala Desa Seragam Jaya, Kecamatan Seranau, Ngajo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat puluhan desa yang belum memiliki akses jalan darat yang memadai.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada lambatnya pemerataan pembangunan di wilayah pesisir.

“Pembangunan jalan ini sangat penting untuk membuka akses antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tanpa infrastruktur yang memadai, perkembangan daerah menjadi terhambat,” ujarnya.

Ia merinci, di Kecamatan Hanaut terdapat 14 desa yang masih sulit dijangkau. Sementara di Kecamatan Seranau terdapat 5 desa dan 1 kelurahan yang juga mengalami keterisolasian.

Keterbatasan akses ini menyebabkan masyarakat kesulitan dalam menjangkau layanan kesehatan, pendidikan, serta distribusi kebutuhan pokok.

Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat turut terdampak karena terbatasnya jalur distribusi hasil produksi, sehingga nilai jual komoditas menjadi kurang optimal.

Menanggapi hal tersebut, Abdul Hafid menegaskan bahwa pihaknya di DPRD Kalteng akan terus mendorong agar pembangunan ruas jalan tersebut dapat segera direalisasikan.

Ia menyebut, pembangunan infrastruktur jalan merupakan kunci dalam membuka keterisolasian dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami akan mengawal agar pembangunan jalan ini dapat dilakukan secara bertahap dan masuk dalam prioritas, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan Pemprov guna mendorong alokasi anggaran yang memadai, agar pembangunan ruas jalan Cempaga Mulia–Kampung Melayu dapat berjalan sesuai harapan.

Diharapkan, dengan terealisasinya pembangunan tersebut, konektivitas antarwilayah semakin meningkat dan mampu mengangkat taraf hidup masyarakat di 19 desa dan 1 kelurahan yang selama ini masih berada dalam kondisi terisolasi. (*)

+ posts
BACA JUGA  Kriminalitas Meningkat, DPRD Kalteng Tekankan Pencegahan dan Pengawasan Terpadu di Palangka Raya
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights