Edy Pratowo Tegaskan Dunia Usaha Dukung Ekonomi Kalteng

  • Bagikan
FOTO Ist.: Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo saat menghadiri Rapimprov KADIN Kalteng 2026 yang dirangkaikan dengan HUT ke-58 KADIN di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng.

PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menegaskan bahwa keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan. Pemerintah daerah, menurutnya, membutuhkan dukungan seluruh pelaku usaha agar pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Edy saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-58 KADIN di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai I Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

Edy menyebut KADIN memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah karena menaungi pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga korporasi besar. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan agar kebijakan pembangunan ekonomi dapat berjalan secara lebih luas dan memberi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat.

“Untuk membangun perekonomian daerah secara berkelanjutan dan berkeadilan, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dan keterlibatan aktif dunia usaha. Di sinilah KADIN memegang peran penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah yang menaungi para pelaku usaha, mulai dari skala mikro, kecil, menengah hingga korporasi besar,” ujar Edy, Kamis (24/9/2026).

Menurut Edy, pembangunan ekonomi Kalteng harus berjalan searah dengan Asta Cita Presiden serta visi dan misi pembangunan daerah. Ukuran keberhasilan pembangunan, kata dia, tidak cukup hanya dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat di wilayah perkotaan maupun pedalaman.

Ia menekankan, aktivitas ekonomi yang berkembang harus mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Pertumbuhan sektor usaha juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan pengangguran dan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Perekonomian daerah yang bergerak maju harus mampu menyerap tenaga kerja lokal, mengurangi angka pengangguran, menekan angka kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada akhirnya, hal ini diharapkan dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak khususnya dan Kalimantan Tengah pada umumnya,” katanya.

Momentum Rapimprov sekaligus HUT ke-58 KADIN tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk menyusun program kerja yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah. Edy berharap KADIN Kalteng dapat mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan yang masih dihadapi daerah melalui kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha.

Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian ialah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Edy mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyentuh kesehatan, aktivitas masyarakat, serta berbagai sektor ekonomi.

“Namun kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan seluruh elemen, termasuk KADIN dan masyarakat. Mari kita rapatkan barisan, perkuat gotong royong dan kepedulian untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi dampak Karhutla di Kalimantan Tengah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KADIN Kalimantan Tengah Rahmat Nasution Hamka mengatakan Rapimprov yang dirangkai dengan HUT ke-58 KADIN menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan dan perekonomian daerah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Rapimprov KADIN yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

KADIN kabupaten/kota se-Kalteng mengikuti kegiatan secara daring dari daerah masing-masing. Pelaksanaan secara daring juga mempertimbangkan kondisi karhutla dan bencana asap yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Rahmat mengatakan KADIN Kalteng mengusung filosofi Huma Betang untuk membangun organisasi sebagai rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha. Hal itu mencakup pengusaha besar dan menengah, pelaku UMKM, pengusaha muda, pelaku ekonomi kreatif, hingga sektor industri dan perdagangan.

Ia menilai KADIN perlu semakin terbuka terhadap kolaborasi, dekat dengan anggota, serta cepat merespons kebutuhan dunia usaha. Menurutnya, Kalimantan Tengah memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama pada sektor energi, pangan, dan air.

Potensi tersebut, kata Rahmat, perlu diolah menjadi kegiatan ekonomi produktif agar mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Gangguan rantai pasok akibat tenggelamnya kapal yang membawa berbagai kebutuhan dari Surabaya menuju Banjarmasin menjadi salah satu gambaran mengenai pentingnya memperkuat ketahanan pasokan daerah.

“Kebutuhan pangan kita, khususnya sayur-mayur, masih banyak dipasok dari Pulau Jawa. Padahal tanah kita masih banyak. Tinggal kita cari kolaborasi untuk mengolahnya,” ujarnya.

Rahmat kemudian mengajak anggota KADIN untuk membangun kerja sama dalam pengembangan pangan dan hortikultura dengan melibatkan tenaga ahli serta menggabungkan sumber daya yang dimiliki. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi lokal sekaligus mengembangkan kapasitas pelaku usaha daerah.

Ia menambahkan, potensi ekonomi Kalteng perlu diarahkan menjadi investasi yang berkembang menjadi kegiatan produksi. Dengan demikian, aktivitas ekonomi tidak berhenti pada pemanfaatan sumber daya, tetapi menghasilkan nilai tambah dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk berkembang.

Pada momentum HUT ke-58 KADIN, Rahmat juga mengajak seluruh anggota dan KADIN kabupaten/kota se-Kalteng melakukan evaluasi terhadap peran organisasi. Refleksi tersebut mencakup kontribusi terhadap dunia usaha, manfaat organisasi bagi anggota, serta upaya memperkuat perekonomian daerah.

“Organisasi yang besar bukan hanya diukur dari usia dan struktur organisasinya. Organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu memberikan manfaat bagi semuanya,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kalteng, Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden, bupati/wali kota se-Kalteng atau yang mewakili, jajaran pengurus KADIN Kalteng, Ketua Harian DAD, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, perbankan, perguruan tinggi, serta organisasi masyarakat, adat, dan kepemudaan.

Rangkaian Rapimprov dan HUT ke-58 KADIN menegaskan pentingnya hubungan kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun ekonomi Kalteng. Kolaborasi tersebut diarahkan tidak hanya untuk memperkuat kegiatan usaha dan investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan produksi lokal, serta memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat. (Red/ADV)

+ posts
BACA JUGA  OJK dan BEI Perluas Edukasi Pasar Modal Mahasiswa
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights