Bhayu Rhama Resmi Pimpin UPR Periode 2026–2030

  • Bagikan
FOTO Ist.: Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. saat mengikuti prosesi pelantikan sebagai Rektor Universitas Palangka Raya periode 2026–2030 di Jakarta.

JAKARTA – Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 dalam prosesi yang berlangsung di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta. Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa kepemimpinan Bhayu dalam menjalankan agenda akademik dan kelembagaan UPR selama empat tahun mendatang.

“UPR adalah rumah bersama,” kata Bhayu seusai ditetapkan sebagai rektor terpilih, baru-baru ini.

Pelantikan Prof. Bhayu dilakukan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D. Prosesi tersebut menjadi bagian dari agenda pelantikan sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), pejabat fungsional, serta kepala sekolah.

“Teman-teman yang belum terpilih kita akan rangkul semua untuk menjadi satu dalam keluarga besar UPR,” ujar Bhayu.

Dalam prosesi tersebut, Badri Munir juga memimpin pengambilan sumpah/janji para pemimpin PTN yang dilantik. Pelantikan Bhayu sekaligus menandai beralihnya kepemimpinan UPR setelah berakhirnya masa jabatan rektor sebelumnya sesuai hasil pemilihan rektor yang telah dilaksanakan.

Bhayu sebelumnya terpilih sebagai Rektor UPR melalui Pemilihan Rektor (Pilrek) tahap akhir yang digelar di Aula Rahan UPR pada 1 Oktober 2026. Dalam pemilihan tersebut, Bhayu memperoleh 37 suara dari total 63 suara yang merupakan gabungan suara anggota senat dan kementerian.

Hasil tersebut menempatkan Bhayu sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilihan Rektor UPR periode 2026–2030. Dua kandidat lainnya, Dr. Thea Farina Embang memperoleh 14 suara, sedangkan Prof. Dr. Liswara Neneng meraih 12 suara.

Proses Pilrek UPR sebelumnya telah melalui tahapan yang ditetapkan hingga menghasilkan perolehan suara terbanyak bagi Prof. Bhayu Rhama. Hasil pemilihan tersebut kemudian menjadi dasar pelaksanaan pelantikan sebagai bagian dari rangkaian pergantian kepemimpinan di lingkungan UPR.

Komitmen untuk merangkul seluruh sivitas akademika telah disampaikan Bhayu sejak dirinya ditetapkan sebagai rektor terpilih. Dua kandidat yang sebelumnya menjadi pesaing dalam Pilrek tetap memiliki ruang untuk bersama-sama memberikan kontribusi dalam membangun dan mengembangkan UPR.

Dengan resmi dilantiknya Prof. Bhayu Rhama, kepemimpinan UPR periode 2026–2030 kini berada di bawah kepemimpinannya. Amanah tersebut menjadi awal bagi Bhayu untuk memimpin UPR dengan mengedepankan kebersamaan seluruh sivitas akademika. (Red/Adv)

+ posts
BACA JUGA  Pander Digital Jadi Strategi Tim Peneliti FEB UPR Perkuat Kasai Bisa
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights