Gubernur Agustiar Tinjau Lokasi Helikopter Jatuh di Seruyan

  • Bagikan
FOTO Ist.: Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai dan Kapolda Kalteng meninjau lokasi kecelakaan helikopter TNI AD serta menjenguk korban selamat di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan

SERUYAN – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menunjukkan kepedulian terhadap insiden kecelakaan helikopter MI-17V5A milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Kabupaten Seruyan. Bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Gubernur mendatangi lokasi kejadian untuk melihat secara langsung kondisi tempat jatuhnya helikopter sekaligus memastikan penanganan terhadap para personel yang menjadi korban. Kunjungan tersebut juga dilanjutkan dengan menjenguk korban selamat yang menjalani perawatan di rumah sakit Kuala Pembuang.

Dalam kunjungan tersebut, Agustiar didampingi Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan. Rombongan tiba di Kabupaten Seruyan pada sore hari dan terlebih dahulu melakukan peninjauan lokasi kecelakaan melalui jalur udara. Setelah melihat langsung kawasan jatuhnya helikopter, rombongan kemudian menuju rumah sakit di Kuala Pembuang untuk menemui para korban yang berhasil diselamatkan. Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalteng, Rangga Lesmana, yang turut mendampingi Gubernur, menyampaikan perkembangan kondisi personel yang menjadi korban, baru-baru ini.

Rangga Lesmana menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, dua personel dinyatakan meninggal dunia, lima orang berhasil selamat, sedangkan satu personel lainnya masih dalam proses pencarian. Perkembangan tersebut menjadi perhatian pemerintah provinsi bersama unsur TNI dan Polri yang turun langsung ke lokasi untuk melihat proses penanganan kecelakaan. Pemerintah daerah juga terus mengikuti perkembangan pencarian terhadap personel yang belum ditemukan serta memastikan korban selamat memperoleh penanganan medis.

“Ada dua orang meninggal, lima orang selamat dan satu orang masih dalam proses pencarian,” ujar Rangga Lesmana saat menyampaikan perkembangan kondisi korban.

Ia juga menerangkan bahwa Gubernur bersama rombongan langsung menuju lokasi kecelakaan setelah bertolak dari Polda Kalimantan Tengah. Peninjauan dilakukan melalui jalur udara untuk melihat secara langsung titik jatuhnya helikopter di kawasan perairan Kabupaten Seruyan. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit Kuala Pembuang guna menjenguk para personel yang berhasil diselamatkan dan mendapatkan perawatan.

“Pak Gubernur tadi setelah berangkat dari Polda tadi langsung menuju ke lokasi helikopter yang jatuh, tadi melalui udara dan lanjut lagi ke rumah sakit Kuala Pembuang untuk meninjau langsung korban yang ada,” jelas Rangga.

Setelah menemui para korban selamat, Agustiar menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga personel yang meninggal dunia. Ia berharap para korban yang gugur dalam menjalankan tugas mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Gubernur juga memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan orang yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Bagi yang selamat semoga kembali seperti sedia kala,” ucap Agustiar.

Kecelakaan tersebut melibatkan helikopter MI-17V5A milik TNI AD dengan nomor registrasi HA-5235 yang sebelumnya digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah. Helikopter tersebut diketahui berpangkalan di Bandara Kuala Pembuang dan menjalankan misi pemadaman dari udara melalui metode water bombing. Operasi ini merupakan bagian dari upaya penanggulangan karhutla, khususnya untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses oleh petugas pemadam melalui jalur darat.

Berdasarkan informasi mengenai lokasi kejadian, helikopter tersebut mengalami kecelakaan di kawasan perairan sekitar Desa Pematang Limau, Kabupaten Seruyan. Titik jatuhnya pesawat diperkirakan berjarak sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Saat insiden terjadi, helikopter membawa delapan personel yang sedang menjalankan tugas operasional. Hingga perkembangan terakhir yang disampaikan dalam kunjungan Gubernur, dua personel meninggal dunia, lima berhasil selamat, dan satu lainnya masih dalam pencarian.

Kunjungan Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai dan Kapolda Kalteng menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap penanganan musibah yang menimpa personel TNI AD saat menjalankan tugas penanggulangan karhutla. Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kondisi personel yang selamat serta perkembangan pencarian satu korban yang belum ditemukan. (RED/Adv)

+ posts
BACA JUGA  Wisatawan Nusantara Tujuan Kalteng Berkurang, Palangka Raya Tetap Tertinggi
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights