Balapan Liar di Depan Bank Kalteng Berujung Ricuh, Warga Desak Polisi Bertindak Lebih Tegas

  • Bagikan

PALANGKA RAYA – Aksi balapan liar di Jalan RTA Milono, tepatnya di depan Bank Kalteng, Kota Palangka Raya, Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, diduga berujung keributan.

Peristiwa yang terjadi pada dini hari tersebut kembali menyoroti keresahan masyarakat terhadap aktivitas balapan liar yang dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan.

Berdasarkan keterangan warga, keributan diduga bermula ketika seorang pengendara mobil merasa terganggu karena aksi balapan liar menggunakan badan jalan.

Pengendara itu kemudian menegur orang-orang yang berada di lokasi, hingga situasi berujung pada perselisihan.

Seorang warga bernama Aisyah mengaku melihat keributan saat hendak pergi ke pasar. Ia melihat salah satu orang di lokasi mengenakan kaus bertuliskan Brimob.

Namun, Aisyah tidak mengetahui secara pasti identitas maupun apakah orang tersebut merupakan anggota kepolisian.

“Kalau itu polisi, kok malah dilawan. Berarti para pelaku balap liar dan penontonnya berani melawan,” katanya.

Di sisi lain, Agus, seorang penjual bakso keliling yang biasa berjualan di kawasan Jalan RTA Milono, mengungkapkan bahwa balapan liar masih berlangsung meskipun sebelumnya telah dilakukan penindakan oleh petugas kepolisian.

Ia menyebut aktivitas itu memicu kekesalan masyarakat karena mengganggu pengguna jalan dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Agus berharap penertiban tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi juga disertai pengawasan secara berkelanjutan agar balapan liar tidak kembali terulang.

Agus juga mengaku tidak mengetahui identitas orang yang mengenakan kaus bertuliskan Brimob saat keributan terjadi.

Menurutnya, pakaian dengan tulisan atau simbol institusi tertentu belum tentu menunjukkan status seseorang sebagai anggota institusi yang bersangkutan.

“Saya juga tidak tahu, Pak, siapa yang memakai kaus Brimob itu. Banyak juga yang memakai kaus-kaus seperti itu. Harapan saya, penindakan terhadap balapan liar bisa lebih tegas karena sangat meresahkan,” tandasnya.

Keributan ini menjadi pengingat bahwa balapan liar bukan sekadar persoalan ketertiban lalu lintas, tetapi juga berpotensi memicu konflik antarpengguna jalan.

Penggunaan jalan umum untuk kegiatan tersebut dapat menghambat mobilitas masyarakat serta meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hingga dini hari.

Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli dan penindakan di kawasan Jalan RTA Milono, khususnya pada jam-jam rawan terjadinya balapan liar.

Langkah itu diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah kejadian serupa terulang. (gus)

+ posts
BACA JUGA  Tak Hanya Atasi Karhutla, Ratusan Sumur Bor Kalteng Disiapkan untuk Warga Hadapi Kemarau
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights