Pander Digital Jadi Strategi Tim Peneliti FEB UPR Perkuat Kasai Bisa

  • Bagikan
FOTO Ist.: Tim Peneliti FEB Universitas Palangka Raya bersama pengrajin saat melakukan observasi dan pengembangan produk Kasai Bisa.

PALANGKA RAYA – Tim Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (FEB UPR) mengembangkan strategi penguatan Kasai Bisa sebagai produk tradisional Dayak melalui konsep Pander Digital, penguatan identitas visual, cultural storytelling, serta modernisasi kemasan. Strategi tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus menjaga nilai budaya yang menjadi karakter utama Kasai Bisa sebagai produk lokal.

Ketua Tim Peneliti FEB Universitas Palangka Raya, Iwan Christian, S.E., M.Si., mengatakan Kasai Bisa memiliki potensi yang tidak hanya berkaitan dengan nilai ekonomi, tetapi juga membawa cerita, pengetahuan, dan identitas budaya Dayak yang dapat menjadi kekuatan dalam membangun citra produk. Penguatan tersebut dinilai penting agar produk tradisional tetap memiliki daya tarik dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar masa kini. “Kasai Bisa tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa cerita, pengetahuan, dan identitas budaya Dayak yang dapat menjadi kekuatan dalam membangun branding produk,” kata Iwan Christian, baru-baru ini.

Menurut Iwan, konsep Pander Digital menjadi bagian penting dalam memperkenalkan cerita budaya yang melekat pada Kasai Bisa kepada masyarakat melalui pemanfaatan media digital. Pendekatan tersebut membuat promosi tidak semata-mata berorientasi pada penjualan, tetapi turut menghadirkan cerita budaya yang berada di balik keberadaan produk kepada calon konsumen sehingga nilai tradisional yang terkandung di dalamnya dapat dikenal lebih luas.

“Melalui konsep Pander Digital, cerita budaya Kasai Bisa dapat diperkenalkan kepada masyarakat melalui media digital sehingga promosi tidak hanya menjual produk, tetapi juga menghadirkan cerita budaya di balik produk tersebut,” ujarnya.

Selain penguatan strategi digital, penelitian tersebut memberikan perhatian terhadap tampilan produk melalui pembaruan identitas visual, label, dan kemasan. Modernisasi dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter tradisional Kasai Bisa, sehingga perubahan tampilan tidak menghilangkan identitas budaya yang melekat pada produk. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik sekaligus membuat Kasai Bisa lebih relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

“Modernisasi kemasan diharapkan membuat Kasai Bisa lebih menarik dan relevan dengan pasar masa kini tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya,” tutur Iwan.

Iwan menuturkan, kegiatan penelitian juga diharapkan dapat memperkenalkan Kasai Bisa secara lebih luas sekaligus memperkuat citranya sebagai produk lokal yang memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi. Pengembangan branding dan kemasan yang lebih modern dinilai dapat meningkatkan daya tarik pasar tanpa menghilangkan identitas budaya Dayak sebagai ciri khas produk, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi para pengrajin.

“Pengembangan branding dan kemasan yang lebih modern diharapkan dapat membantu Kasai Bisa memiliki daya tarik pasar yang lebih kuat, tanpa menghilangkan identitas budaya Dayak yang menjadi ciri khasnya,” timpal Iwan. Ia menambahkan, hasil penelitian diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha para pengrajin Kasai Bisa, memperluas peluang pemasaran, serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi komunitas perempuan Dayak dan warga setempat yang menjalankan usaha tersebut.

Anggota Tim Peneliti FEB Universitas Palangka Raya, Theresia Octaviani, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa proses penelitian dilakukan melalui observasi hingga ke sejumlah wilayah perdesaan. Tim melihat secara langsung sumber bahan dan proses pembuatan Kasai Bisa, sekaligus menggali cerita, asal-usul, serta nilai budaya yang berkaitan dengan produk tersebut sebagai bahan untuk menyusun pengembangan identitas visual, label, kemasan, dan storytelling.

“Tim melakukan observasi hingga ke wilayah perdesaan untuk melihat sumber bahan dan proses pembuatan sekaligus menggali cerita, asal-usul, serta nilai budaya yang berkaitan dengan Kasai Bisa,” jelas Theresia.

Hasil penggalian tersebut kemudian digunakan sebagai bahan dalam mengembangkan cultural storytelling sebagai bagian dari Strategi Pander Digital. Penelitian yang dilaksanakan di Komplek Sosial Mendawai, Kota Palangka Raya, itu melibatkan 28 pengrajin Kasai Bisa. Selain berinteraksi dengan pengrajin, tim juga melakukan survei awal, observasi lapangan, dan wawancara pendukung untuk memahami kondisi usaha, proses pembuatan, bahan yang digunakan, serta cerita dan nilai budaya yang melekat pada produk.

“Cerita dan nilai budaya tersebut menjadi inspirasi dalam pengembangan identitas visual, label, kemasan, dan storytelling Kasai Bisa, sehingga branding yang dibangun tetap memiliki akar budaya Dayak yang kuat,” katanya.

Rangkaian kunjungan lapangan ke sejumlah wilayah perdesaan turut membantu tim memahami sumber bahan, proses pembuatan, dan konteks lokal Kasai Bisa secara langsung. Dari proses tersebut, tim memperoleh bahan untuk memperkuat cultural storytelling dalam Strategi Pander Digital, sehingga pesan yang disampaikan melalui pemasaran digital tetap bersumber dari cerita dan nilai budaya yang nyata serta tidak terlepas dari akar tradisional produk.

“Dari kegiatan tersebut, tim menggali cerita, asal-usul, dan nilai budaya yang kemudian menjadi bagian penting dalam pengembangan cultural storytelling pada Strategi Pander Digital,” demikian penjelasan dalam bahan penelitian.

Pengembangan Kasai Bisa diharapkan tidak berhenti pada pembaruan kemasan dan strategi promosi, tetapi berlanjut pada penguatan posisi produk lokal di pasar yang lebih luas. Melalui branding yang lebih kuat, pemanfaatan media digital, dan kemasan yang lebih modern, Kasai Bisa diharapkan memiliki daya saing sekaligus tetap menjadikan identitas, cerita, dan nilai budaya Dayak sebagai kekuatan utama, sehingga strategi tersebut dapat mendukung keberlanjutan usaha, memperluas pemasaran, serta memberikan manfaat ekonomi bagi para pengrajin. (Red/Adv)

+ posts
BACA JUGA  Patroli Balap Liar Ungkap Dugaan Tabrak Lari, Motor Bonceng Tiga Tumbang di Bundaran Sampah
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights