KUPS Desa Tuwung Kuasai Manajemen dan Pemasaran Madu Kelulut

  • Bagikan
FOTO Ist.: Suasana pelatihan dan pendampingan manajemen usaha, pengemasan, serta pemasaran digital bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Madu Kelulut Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau.

PULANG PISAU – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya (UPR) memberikan pelatihan kepada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Madu Kelulut Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah. Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan kualitas pemasaran, serta memperluas peluang pasar bagi produk madu kelulut yang menjadi salah satu hasil hutan bernilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ketua Tim PkM, Trisna Anggreini, S.P., M.Sc., mengatakan bahwa masyarakat Desa Tuwung sebenarnya telah memiliki pengalaman dalam membudidayakan madu kelulut dan menghasilkan produk yang dikenal masyarakat. Namun, penguatan kemampuan mengelola usaha menjadi langkah penting agar potensi tersebut berkembang lebih optimal.

 “Masyarakat sebenarnya sudah memiliki produk dan pengalaman menjalankan usaha. Yang ingin kami perkuat adalah bagaimana mereka menghitung biaya dengan benar, mencatat transaksi, menyiapkan kemasan yang konsisten, dan memanfaatkan pemasaran digital. Dengan begitu, usaha madu kelulut tidak hanya berjalan, tetapi juga bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya, baru-baru ini.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Manajemen dan Pemasaran Madu Kelulut KUPS Desa Tuwung melalui Kemasan dan Pemasaran Digital” itu dirancang sebagai upaya meningkatkan kapasitas anggota kelompok dalam mengelola bisnis secara lebih tertata. Materi yang diberikan tidak hanya menitikberatkan pada pemasaran, tetapi juga mencakup pengelolaan keuangan, pencatatan usaha, hingga penyusunan strategi pengembangan produk.

Pendampingan tersebut juga menjadi kelanjutan dari program sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 2024. Saat itu, kelompok usaha memperoleh pembinaan mengenai branding, pengemasan, dan pemasaran digital yang menghasilkan identitas produk dengan merek “Madu Kelulut Nyai Hapu”, sehingga menjadi fondasi awal dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat.

Melalui kegiatan lanjutan ini, peserta dibimbing untuk memahami pentingnya pembukuan sederhana dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Pemahaman tersebut dinilai penting agar pelaku usaha mampu menentukan harga jual yang sesuai berdasarkan biaya produksi yang sebenarnya.

Dalam pelatihan, anggota KUPS juga diperkenalkan cara mencatat arus kas, mengidentifikasi seluruh komponen biaya usaha, hingga menghitung keuntungan secara lebih akurat. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu kelompok mengambil keputusan usaha secara terukur, termasuk dalam menetapkan harga, mengelola modal, maupun merencanakan produksi berikutnya.

Selain aspek keuangan, tim PkM turut memberikan penguatan mengenai manajemen organisasi kelompok. Materi tersebut meliputi pembagian tugas antaranggota, pencatatan stok, pengelolaan hasil produksi, hingga administrasi penjualan agar kegiatan usaha berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.

Pelatihan juga menyoroti pentingnya kemasan produk sebagai salah satu faktor yang memengaruhi daya tarik konsumen. Peserta memperoleh pendampingan mengenai penyusunan label, konsistensi identitas merek, serta teknik pengemasan yang mampu meningkatkan nilai tambah produk madu kelulut.

Di sisi pemasaran, peserta dikenalkan pada pemanfaatan media sosial, WhatsApp Business, katalog produk digital, serta penyusunan materi promosi yang informatif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran sehingga produk madu kelulut Desa Tuwung semakin dikenal oleh konsumen di luar wilayah setempat.

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, UPR berharap KUPS Madu Kelulut Desa Tuwung mampu mengembangkan usaha secara lebih profesional, mulai dari pengelolaan produksi hingga pemasaran digital. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat desa. (Red/Adv)

+ posts
BACA JUGA  Kemendagri Minta Pemda Susun Regulasi Efektif dan Responsif
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights