DPRD Kalteng Minta Pertamina Bertindak Cepat Atasi Antrean BBM di Palangka Raya

  • Bagikan
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi.

PALANGKA RAYA – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya masih menjadi keluhan masyarakat hingga Jumat (8/5/2026).

Sulitnya memperoleh BBM jenis Pertalite dan Pertamax membuat warga harus mengantre sejak pagi bahkan dini hari untuk mendapatkan pasokan bahan bakar.

Pantauan di beberapa SPBU memperlihatkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga ke ruas jalan umum.

Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di sekitar SPBU menjadi tersendat dan memaksa pengendara lain untuk lebih berhati-hati saat melintas.

Sebagian masyarakat memilih tetap menunggu meski SPBU belum beroperasi penuh. Kekhawatiran stok cepat habis membuat antrean terus terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Permasalahan kelangkaan BBM ini juga ramai menjadi pembahasan di media sosial. Ajakan aksi unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Kalteng terkait sulitnya mendapatkan Pertalite dan Pertamax di Palangka Raya mulai mendapat perhatian publik.

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi mengatakan kondisi tersebut perlu segera ditangani agar tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan pekerjaan menggunakan kendaraan.

“Kami prihatin melihat masyarakat harus mengantre lama hanya untuk mendapatkan BBM. Ini tentu berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan pekerjaan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara tertib terkait persoalan distribusi BBM di Palangka Raya.

Menurut Junaidi, Pertamina perlu segera mengambil langkah cepat dengan menambah distribusi pasokan BBM ke sejumlah SPBU yang mengalami antrean panjang.

“Penambahan pasokan perlu segera dilakukan agar antrean bisa berkurang dan masyarakat tidak terus kesulitan mendapatkan BBM,” katanya.

Selain itu, ia menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap distribusi BBM di tingkat SPBU.

Sebab, meski pihak Pertamina menyebut stok BBM dalam kondisi aman, kenyataan di lapangan menunjukkan masyarakat masih mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar.

“Kalau stok dinyatakan aman, berarti ada yang perlu dievaluasi dalam pendistribusiannya. Hal ini nantinya akan kami bahas bersama pihak terkait melalui rapat dengar pendapat di DPRD Kalteng,” tegasnya.

DPRD Kalteng berharap persoalan antrean BBM di Palangka Raya dapat segera menemukan solusi konkret agar distribusi berjalan lancar dan aktivitas masyarakat kembali normal. (red)

+ posts
BACA JUGA  Jadwal Pemilihan Rektor UPR Periode 2026-2030 Ditetapkan
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights