Belajar dari Gunungkidul, DPRD Kalteng Dorong Rehabilitasi DAS Berbasis Ekonomi Masyarakat

  • Bagikan

PALANGKA RAYA – Komisi II DPRD Kalteng melakukan kunjungan kerja ke Persemaian Permanen BPDAS Serayu Opak Progo di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, beberapa waktu lalu guna mempelajari strategi rehabilitasi hutan dan pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dinilai berhasil dan berkelanjutan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD Kalteng dalam mencari referensi pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan di daerah, terutama untuk penanganan lahan kritis dan kawasan bekas tambang yang membutuhkan rehabilitasi serius.

Di lokasi persemaian, rombongan DPRD Kalteng melihat langsung sistem produksi bibit pohon yang dilakukan secara modern dan terukur.

Persemaian itu menjadi pusat penyediaan bibit untuk mendukung penghijauan dan konservasi di kawasan DAS Serayu, Opak, dan Progo.

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah mengatakan, salah satu hal yang menjadi perhatian pihaknya adalah keberhasilan pengelolaan reboisasi yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui tanaman produktif menjadi langkah efektif dalam menjaga keberlanjutan penghijauan.

“Pendekatan seperti ini sangat menarik karena masyarakat tidak hanya dilibatkan sebagai pelaksana, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi dari tanaman yang ditanam. Dengan begitu, kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Selain tanaman kehutanan, persemaian tersebut juga mengembangkan tanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS) seperti alpukat dan durian yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dalam diskusi bersama pengelola BPDAS Serayu Opak Progo, Komisi II DPRD Kalteng turut mempelajari pentingnya pemilihan jenis tanaman berdasarkan karakteristik wilayah DAS.

Tanaman berakar kuat diprioritaskan untuk menjaga kawasan tangkapan air dan meminimalkan sedimentasi sungai.

Beberapa poin penting yang menjadi perhatian DPRD Kalteng dalam kunjungan itu antara lain standarisasi bibit unggul, strategi rehabilitasi berbasis vegetatif, serta pelibatan kelompok tani hutan dalam proses pembibitan hingga penanaman.

Komisi II DPRD Kalteng menilai pola pengelolaan persemaian di Gunungkidul dapat menjadi referensi penting dalam mendukung program rehabilitasi lingkungan di Kalteng yang memiliki wilayah DAS luas dan tantangan kerusakan lahan yang cukup besar.

“Kami berharap pola pengelolaan yang berhasil di Yogyakarta dapat diadaptasi sesuai kondisi di Kalteng, sehingga rehabilitasi lingkungan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Siti Nafsiah.

Melalui kunjungan tersebut, DPRD Kalteng berharap sinergi antara kebijakan daerah, dukungan teknis, dan keterlibatan masyarakat dapat semakin diperkuat demi menjaga kelestarian hutan dan sumber daya air di masa depan. (don)

+ posts
BACA JUGA  Bank Indonesia Kalteng Perkuat Kompetensi Juru Sembelih Halal Profesional
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights