Zulkifli Hasan Tiba, Gubernur Pimpin Prosesi Adat

  • Bagikan
FOTO Ist.: Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran saat menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan.

PALANGKARAYA – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran bersama jajaran Forkopimda menyambut Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, yang tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Penyambutan berlangsung dalam nuansa adat yang kental, Rabu (21/5/2025).

Kedatangan Menko Pangan disambut dengan pengalungan syal adat dan prosesi Tampung Tawar, sebuah upacara tradisional yang bermakna pemberian doa selamat dan restu, dipimpin langsung oleh Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah.

Agenda utama kunjungan kerja Menko Pangan kali ini adalah menghadiri Apel Bersama di halaman Kantor Gubernur Kalteng. Kegiatan itu mengumpulkan camat, lurah, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan damang se-Kalimantan Tengah.

BACA JUGA  Junaidi Dorong Perangkat Daerah Tingkatkan Kepatuhan Pengelolaan Anggaran

Dalam kegiatan tersebut, rencananya akan dilakukan pemberian gelar adat kepada Zulkifli Hasan sebagai simbol penghargaan dari masyarakat adat atas kontribusinya terhadap pembangunan desa dan ketahanan pangan nasional.

Selanjutnya, Menko Pangan akan memimpin rapat koordinasi strategis yang membahas penyelenggaraan pemerintahan desa serta penguatan kelembagaan adat Dayak, dengan tujuan menciptakan sinergi antara tata kelola pemerintahan dan struktur adat.

Peluncuran program musyawarah desa dan kelurahan khusus pembentukan Koperasi Merah Putih juga menjadi bagian penting dari rangkaian kunjungan kerja, dengan fokus pada penguatan ekonomi desa berbasis koperasi lokal.

BACA JUGA  BPK Tekankan Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah saat Serahkan LHP Semester II 2025 ke Pemprov Kalteng

Kegiatan penyambutan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi seperti Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kajati Undang Mugopal, Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemprov Kalteng.

“Tradisi dan pembangunan harus seiring berjalan agar masyarakat kita tidak kehilangan jati dirinya,” tandas Agustiar. (Red/Adv)

+ posts
  • Bagikan
.