PALANGKARAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari bahaya judi online. Fenomena ini dinilai bukan sekadar tren digital, melainkan ancaman serius yang bisa mengganggu perkembangan anak.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Kota Palangka Raya, Hendra Surya, saat membuka sosialisasi Opini Publik di SMP Negeri 14 Kota Palangka Raya, Jumat (29/8/2025).
“Banyak anak muda yang saat ini mulai terpapar judi online. Kita tidak bisa menganggap remeh, sebab dampaknya bukan hanya pada keuangan, tetapi juga psikologis mereka,” ucapnya.
Ia menjelaskan, langkah pencegahan harus dilakukan dengan pendekatan komprehensif, melibatkan sekolah, keluarga, dan pemerintah.
Menurut Hendra, pemberian edukasi tentang risiko judi online sejak dini dapat menjadi benteng agar pelajar tidak mudah terjerumus.
Ia menegaskan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan Pemkot bersama Humas Polda Kalteng menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan anak-anak.
Selain edukasi di sekolah, peran orang tua juga sangat penting dalam membimbing penggunaan internet di rumah. Dengan begitu, lingkungan belajar dan keluarga bisa saling melengkapi dalam pencegahan.
Hendra menyebutkan, kesadaran kolektif masyarakat adalah modal utama untuk menekan laju perjudian digital. Oleh sebab itu, kampanye bahaya judi online terus digencarkan melalui media informasi publik.
“Kalau kita semua bekerja sama, maka anak-anak akan punya ruang yang lebih aman untuk berkembang. Itulah mengapa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pencegahan,” tuturnya.
“Saat ini kami juga berkolaborasi dengan Humas Polda Kalteng untuk memberikan sosialisasi pencegahan judi online. Tidak lupa peran penting sekolah dan orang tua agar ikut serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak untuk tumbuh dengan sehat dan bebas dari pengaruh negatif internet,” tandas Hendra. (Red/Adv)