
PALANGKARAYA – Ekspor Barang dan Jasa kembali menjadi kontributor terbesar dalam struktur pengeluaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah pada triwulan I-2025, dengan angka mencapai 59,03 persen. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti S.Si, ME, dalam rilis statistik resmi pada Senin, 5 Mei 2025.
“Dari sisi pengeluaran, dominasi ekspor ini menunjukkan betapa pentingnya perdagangan luar negeri bagi struktur ekonomi Kalteng saat ini,” ujar Agnes saat memaparkan data di hadapan para pejabat dan media yang turut hadir, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Sri Widanarni.
Selain ekspor, komponen lain yang mendominasi adalah Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) dengan kontribusi 37,57 persen serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,96 persen. Konsumsi Pemerintah (PK-P) juga memberikan kontribusi sebesar 10,42 persen.
“Komponen lainnya seperti Konsumsi Lembaga Non-Profit (PK-LNPRT) berkontribusi sebesar 1,56 persen, sedangkan Perubahan Inventori tercatat 0,49 persen. Impor yang merupakan pengurang dalam perhitungan PDRB tercatat sebesar 43,02 persen,” jelasnya.
Dari sisi produksi, kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mencatatkan pertumbuhan tertinggi secara tahunan (y-on-y) sebesar 17,98 persen. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belanja dan operasional di sektor pemerintahan.
Agnes juga menyebutkan bahwa ekonomi Kalimantan Tengah secara keseluruhan tumbuh sebesar 4,04 persen dibandingkan dengan triwulan I-2024, meski mengalami kontraksi 6,57 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2024.
“Pertumbuhan kuartalan memang mengalami tekanan, namun ada sinyal positif dengan tumbuhnya Industri Pengolahan sebesar 6,66 persen dan Ekspor Barang serta Jasa sebesar 9,91 persen,” tambahnya.
“Di wilayah regional Kalimantan, Kalimantan Tengah berada di posisi keempat dengan kontribusi 12,52 persen terhadap ekonomi regional,” tandas Agnes. (Red/Adv)











