Suhu Panas Kian Meningkat, BMKG Minta Masyarakat Jaga Diri

  • Bagikan

PALANGKARAYA – Dalam sepekan terakhir, Kota Palangka Raya mengalami peningkatan suhu udara hingga mencapai 36 derajat celcius. BMKG menyebut kondisi tersebut termasuk kategori panas ekstrem yang terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Ika Priti, mengungkapkan bahwa minimnya tutupan awan menjadi penyebab utama meningkatnya suhu, belum lama ini.

“Energi matahari terserap lebih banyak karena sedikit awan yang menghalangi, sehingga permukaan bumi menjadi lebih panas,” ujar Ika.

Ia menjelaskan bahwa gerak semu matahari yang kini berada di selatan ekuator turut memperkuat intensitas panas, diperparah oleh pengaruh monsun Australia yang membawa udara kering.

BACA JUGA  BPK Tekankan Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah saat Serahkan LHP Semester II 2025 ke Pemprov Kalteng

“Fenomena ini masih mungkin bertahan sampai akhir Oktober, tergantung dinamika atmosfer,” jelasnya.

Meski demikian, BMKG menekankan bahwa potensi hujan belum sepenuhnya hilang. Beberapa wilayah Kalimantan Tengah masih berpeluang mengalami hujan lokal dalam beberapa hari ke depan.

“Peluang hujan tetap ada meski intensitas panas meningkat,” tambahnya.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menuturkan bahwa kondisi panas ekstrem juga melanda wilayah lain di Indonesia dengan suhu mencapai lebih dari 37 derajat celcius.

BACA JUGA  Edy Pratowo Apresiasi Pelantikan Bias Layar, Harapkan Perjuangan Aspirasi Kalteng di Senayan

“Fenomena panas ini merupakan dampak gabungan antara posisi matahari dan udara kering yang menghambat pembentukan awan,” terangnya.

BMKG mengimbau warga untuk menjaga stamina, memakai pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, dan memperhatikan informasi cuaca terkini. “Kewaspadaan adalah kunci menghadapi cuaca ekstrem,” tandas Ika. (Red/Adv)

+ posts
  • Bagikan
.