PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah bersama DPRD Kalteng memproyeksikan APBD Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp7,33 triliun.
Anggaran ini diprioritaskan untuk mendukung program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Paripurna ke-18 DPRD Kalteng Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025 yang digelar beberapa waktu lalu, dengan agenda pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2026.
Rapat ketika itu dipimpin oleh Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong, dan dihadiri Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta para anggota dewan.
Juru bicara Badan Anggaran, Rusdi Gozali, menyampaikan bahwa dana tersebut akan dialokasikan untuk 220 program, 664 kegiatan, dan 2.287 sub-kegiatan di 47 perangkat daerah.
Secara rinci, rancangan APBD 2026 mencakup pendapatan daerah Rp7,10 triliun, belanja daerah Rp7,37 triliun, dan SiLPA Rp266,44 miliar.
Ketua DPRD, Arton S. Dohong, menegaskan bahwa dokumen KUA dan PPAS merupakan peta jalan pembangunan daerah.
“Penyusunan ini telah melalui pembahasan intensif dengan berbagai pihak, agar arah pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur, Edy Pratowo menekankan pentingnya sinergi legislatif dan eksekutif dalam merealisasikan program-program pembangunan.
“Dengan dukungan bersama, diharapkan APBD 2026 mampu menjawab tantangan pembangunan dan membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Tengah,” tegasnya. (*)