
PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengintensifkan program cetak sawah sebagai upaya nyata mendukung ketahanan pangan nasional.
Program ini menargetkan perluasan lahan sawah hingga 85.740 hektare, dengan capaian kontrak lahan saat ini mencapai 67.149 hektare.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menyukseskan program ini.
“Untuk mewujudkan swasembada pangan sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, kita harus bergerak bersama, cepat, dan penuh komitmen,” ucapnya baru-baru ini.
Di lapangan, progres sudah menunjukkan hasil. Pembersihan dan perataan lahan telah dilakukan pada sekitar 20 ribu hektare, sedangkan pengolahan tanah lebih dari 3 ribu hektare.
Beberapa wilayah yang menjadi fokus program antara lain Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemprov Kalteng telah membentuk Tim Monitoring Percepatan Cetak Sawah dan Optimasi Lahan, yang dipimpin Wakil Gubernur.
Tim ini melibatkan unsur pemerintah, TNI/Polri, kejaksaan, pelaku usaha, hingga kelompok petani sebagai ujung tombak produksi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Rendy Lesmana, menyebutkan, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan), brigade pangan, serta pendampingan teknis di lapangan.
“Kalau petani kita didukung dengan sarana lengkap, hasilnya bisa optimal. Varietas lokal Siam saja mampu menghasilkan 5–6 ton gabah per hektare. Bayangkan bila ratusan hektare lahan baru produktif, itu akan jadi lompatan besar bagi stok pangan nasional,” jelas Rendy.
Dengan kolaborasi erat antara pemerintah, aparat, dan petani, Kalteng optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan sebagai salah satu penyangga utama swasembada pangan nasional. (*)











