Posko GDAN Jadi Simbol Komitmen Bersama Wujudkan Kalteng Bebas Narkoba

  • Bagikan

PALANGKA RAYA – Pembangunan Posko Terpadu Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) di Kota Palangka Raya diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat gerakan pencegahan dan pemberantasan narkotika di Kalteng.

Kehadiran posko tersebut dinilai bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol komitmen bersama dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

Hal itu disampaikan Pj Sekda Kalteng Linae Victoria Aden saat menghadiri peletakan batu pertama Posko Terpadu GDAN di Jalan Rindang Banua Ujung, Puntun, Palangka Raya, Senin (1/6/2026), mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.

Dalam sambutan gubernur yang dibacakannya, Linae menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus dan anggota GDAN yang terus menunjukkan kepedulian terhadap upaya penyelamatan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, pembangunan posko menjadi langkah strategis karena dapat menjadi pusat kegiatan yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan sejak dini.

Selain itu, keberadaan posko juga diharapkan memperkuat koordinasi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.

“Pendirian Posko Terpadu GDAN merupakan wujud nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung perang terhadap narkoba. Ini adalah langkah yang sangat positif dan perlu mendapat dukungan dari seluruh pihak,” ujar Linae.

Ia menegaskan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda serta menghambat pembangunan daerah.

Oleh karena itu, upaya penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Linae mengatakan, keberhasilan memberantas narkoba tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dari peredaran barang terlarang tersebut.

Peran keluarga, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama dinilai sangat penting dalam membangun ketahanan sosial.

Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai moral dan budaya kepada generasi muda sebagai benteng menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika.

Nilai-nilai Huma Betang yang mengajarkan kebersamaan dan kepedulian sosial dinilai relevan untuk terus diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, Linae berharap Posko Terpadu GDAN dapat menjadi pusat edukasi yang aktif memberikan informasi mengenai bahaya narkoba, sekaligus menjadi sarana pengaduan dan komunikasi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam upaya pencegahan.

“Posko ini diharapkan menjadi pusat informasi, edukasi, dan penguatan sinergi antarpihak. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat mempersempit ruang gerak peredaran narkoba dan melindungi generasi penerus bangsa,” katanya.

Peletakan batu pertama Posko Terpadu GDAN tersebut sekaligus menjadi penanda semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam mendukung terwujudnya Kalteng Bersinar.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika. (adv)

+ posts
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights