
PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng terus memperkuat langkah pencegahan dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla yang dilaksanakan secara daring dan melibatkan BPBD kabupaten/kota se-Kalteng, BMKG Kalteng, serta BPJS Ketenagakerjaan Kalteng, belum lama ini.
Sekretaris BPBD Kalteng, Noor Aswad, yang mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan fondasi utama dalam menekan risiko karhutla.
Menurutnya, pencegahan sejak dini harus menjadi prioritas agar potensi kebakaran dapat diminimalkan sebelum meluas.
“Kesiapsiagaan harus dilakukan sejak awal. Pencegahan menjadi kunci utama agar kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak luas bagi masyarakat,” ujar Noor Aswad.
Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian karhutla tidak terlepas dari soliditas seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat.
Penguatan posko, kesiapan personel, serta dukungan sarana dan prasarana di wilayah rawan menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Alpius Patanan, memaparkan bahwa penanganan karhutla selama Status Siaga Darurat dilaksanakan secara terpadu sesuai dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 24 Tahun 2017.
“Penanganan dilakukan melalui pengkajian cepat, penguatan posko, pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan kelompok rentan, patroli gabungan, pemantapan sarana pemadaman, hingga penegakan hukum,” jelas Alpius.
Selain itu, langkah teknis yang dilakukan meliputi optimalisasi sumur bor, pembangunan sekat bakar dan sekat kanal, pelibatan relawan, pemanfaatan sistem peringatan dini, serta penyebarluasan informasi kepada masyarakat terkait bahaya dan larangan pembakaran hutan dan lahan.
Dari sisi iklim, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalteng, Anton Budiyono, mengingatkan bahwa dinamika cuaca tetap perlu menjadi perhatian dalam penyusunan langkah antisipasi karhutla tahun 2026.
“BMKG memprediksi el Nino lemah berpotensi terjadi pada tahun 2026 dan musim kemarau sebagian diperkirakan berada di bawah normal. Meski demikian, peningkatan kesiapsiagaan seluruh pihak tetap diperlukan,” kata Anton.
Melalui rapat koordinasi ini, BPBD Kalteng menegaskan komitmennya untuk memperkuat pencegahan, meningkatkan kesiapan sumber daya, serta mengoptimalkan koordinasi lintas sektor demi mewujudkan pengendalian karhutla yang berkelanjutan dan berpihak pada keselamatan masyarakat. (*)











