DPRD Kalteng Sebut Jalur Kereta Api Bisa Kurangi Beban Jalan dan Tingkatkan Daya Saing Daerah

  • Bagikan
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan.

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Bambang Irawan, menyatakan dukungannya terhadap usulan pembangunan jalur kereta api di Kalimantan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurutnya, moda transportasi berbasis rel berpotensi menjadi solusi untuk menekan kerusakan jalan akibat angkutan berat sekaligus memperkuat sistem logistik daerah.

Bambang menjelaskan, wacana pembangunan kereta api telah berkembang sejak masa kepemimpinan Gubernur Kalteng periode 2005–2015, Teras Narang.

Sejak awal, konsep yang dibahas lebih diarahkan pada pengangkutan logistik dan sumber daya alam dari wilayah hulu menuju kawasan hilirisasi dan distribusi.

“Dari dulu konsepnya memang untuk angkutan logistik dan sumber daya alam dari hulu ke hilir. Secara ekonomi ini sangat baik dan memang dibutuhkan daerah,” ujar Bambang, Jumat (12/6/2026).

Ia menilai, ketergantungan pada jalan umum untuk mengangkut komoditas dalam jumlah besar telah menjadi salah satu tantangan utama pembangunan di Kalteng.

Ruas-ruas jalan yang dilalui kendaraan bertonase tinggi mengalami tekanan lebih besar sehingga mempercepat kerusakan infrastruktur dan memerlukan biaya pemeliharaan yang tidak sedikit.

Selain persoalan infrastruktur, Bambang juga menyoroti dampak sosial yang kerap muncul di sejumlah wilayah ketika jalan umum digunakan secara intensif untuk aktivitas logistik perusahaan.

“Banyak jalan negara digunakan untuk aktivitas angkutan berat. Dampaknya kerusakan jalan sering terjadi dan muncul konflik antara masyarakat dengan perusahaan,” katanya.

Menurutnya, jalur kereta api dapat menjadi alternatif transportasi yang lebih efektif untuk mengangkut komoditas skala besar tanpa memberikan beban yang sama terhadap jaringan jalan raya.

Dengan kapasitas angkut yang besar dan pola operasi yang lebih teratur, kereta api dinilai mampu meningkatkan efisiensi distribusi serta mendukung pengembangan industri hilir.

Bambang juga melihat potensi dampak ekonomi yang lebih luas apabila proyek tersebut direalisasikan.

Peningkatan konektivitas diyakini dapat menarik investasi, membuka kawasan ekonomi baru, serta memperluas kesempatan kerja di berbagai wilayah Kalteng.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar menyiapkan perencanaan yang matang, termasuk kajian teknis, lingkungan, dan skema pembiayaan.

Menurutnya, proyek berskala besar harus dipastikan memberikan manfaat yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan dan tidak menimbulkan beban fiskal yang berlebihan.

“Kalau ini menjadi Proyek Strategis Nasional tentu harus didukung bersama. Tetapi jangan sampai pembiayaannya justru membebani negara dan rakyat,” tegasnya.

Ia berharap pembahasan proyek dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Bambang optimistis pembangunan jalur kereta api dapat menjadi salah satu fondasi penting untuk memperkuat daya saing ekonomi Kalteng dalam jangka panjang.

“Tujuan akhirnya tentu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalteng,” pungkasnya. (don)

+ posts
BACA JUGA  Jelang HUT 80 Bhayangkara, Kapolda Kalteng Perkuat Sinergi Pers Melalui Jalan Sehat Bersama
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights