Lindungi Warga dari Dampak Karhutla, Agustiar Perkuat Distribusi Masker hingga Air Bersih

  • Bagikan

PALANGKA RAYA – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian serius Pemprov Kalteng.

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan sekaligus menjaga kesehatan, seiring kondisi udara yang dapat terdampak asap karhutla.

Upaya perlindungan warga diperkuat melalui pembagian masker yang dilaksanakan di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Minggu (13/9/2026).

Dalam kegiatan itu, pemerintah tidak hanya membagikan masker, tetapi juga menyalurkan vitamin, bubur kacang hijau, serta bantuan pendukung kesehatan lainnya.

Langkah ini menjadi bagian dari respons pemerintah dalam menghadapi dampak karhutla.

Agustiar menekankan bahwa penanganan kondisi di lapangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak sehingga upaya perlindungan masyarakat dapat dilakukan secara lebih luas dan terkoordinasi.

“Hari ini pihak pemerintah melakukan kolaborasi bersama-sama membagikan masker sebagai kewajiban yang harus hadir. Selain masker, kita juga membagikan vitamin, bubur kacang hijau, dan vitamin lainnya untuk menjaga kesehatan,” ujar Agustiar.

Menurut Agustiar, perlindungan kesehatan masyarakat perlu dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Salah satu kebutuhan yang mendapat perhatian adalah ketersediaan air bersih, terutama bagi warga yang berada di wilayah dengan akses air terbatas.

Sejak kondisi darurat ditetapkan, distribusi masker dan air bersih terus ditingkatkan. Pemerintah memperluas penyaluran hingga ke berbagai desa dan daerah yang membutuhkan, dengan menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Pembagian masker dan air bersih mulai kita tingkatkan. Air bersih kita sebar dan perluas ke berbagai desa dan daerah yang membutuhkan akses air,” jelasnya.

Untuk memastikan kebutuhan air dapat terpenuhi dalam jangka lebih panjang, pembangunan sumur bor juga terus didorong.

Agustiar menyebut pembangunan sumur bor telah mencapai ratusan unit dan akan dilanjutkan di wilayah yang masih membutuhkan akses air bersih.

Selain sumur bor, penyediaan air melalui pengisian ulang air mineral dan galon dilakukan di sejumlah titik atau kota. Pola distribusi disesuaikan dengan situasi masyarakat sehingga bantuan dapat diberikan secara lebih tepat berdasarkan kebutuhan.

“Pembuatan sumur bor sudah mencapai ratusan unit dan akan terus kita buat. Pengisian ulang air mineral juga kita lakukan di beberapa titik atau kota, disesuaikan dengan kondisi,” ungkapnya.

Perhatian pemerintah juga mencakup pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Bantuan sembako diberikan kepada warga yang berhak menerima, di luar penerima Kartu Keluarga Sejahtera.

Pemantauan distribusi dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan tidak menimbulkan persoalan dalam penyaluran.

Di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat, ketersediaan BBM juga menjadi perhatian. Agustiar meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya.

Pemerintah kota diminta melakukan penertiban serta memperketat pengawasan di SPBU untuk memastikan BBM bersubsidi tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.

Kesiapan menghadapi karhutla juga diperkuat melalui dukungan pemerintah pusat. Kalteng mendapat bantuan berupa 100 unit mobil pemadam kebakaran, ekskavator, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya yang dapat digunakan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

Agustiar menyebut kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. TNI, Polri, elemen masyarakat, mahasiswa, dan berbagai pihak terkait didorong untuk terlibat dalam upaya mengantisipasi serta menangani karhutla sesuai peran masing-masing.

“Kolaborasi terus kita lakukan bersama TNI, Polri, dan elemen masyarakat. Mahasiswa dan pihak terkait juga siap bergabung dan berkoordinasi untuk mengantisipasi karhutla,” tutur Agustiar.

Selain melakukan penanganan di lapangan, pemerintah mulai mempersiapkan langkah menghadapi perubahan cuaca.

Berdasarkan perkiraan BMKG, musim hujan diperkirakan tiba sekitar November hingga Januari. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menjaga kesiapsiagaan selama periode karhutla.

Kesiapan prasarana, personel, relawan, bantuan kesehatan, hingga posko oksigen terus dipantau.

Pemerintah berupaya memastikan berbagai fasilitas pendukung tetap tersedia apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Agustiar mengingatkan masyarakat agar ikut mengambil peran dalam menjaga kesehatan dan mencegah munculnya titik api baru.

Penggunaan masker ketika beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan, terutama ketika kualitas udara terdampak asap.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla. Pelaporan secara cepat apabila menemukan kebakaran menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan di lapangan.

Pemprov Kalteng terus mengedepankan kolaborasi dalam menghadapi karhutla, mulai dari perlindungan kesehatan, penyediaan air bersih, bantuan kebutuhan pokok hingga penguatan sarana pemadaman.

Sinergi pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga keselamatan warga sekaligus mempercepat pengendalian karhutla di berbagai wilayah Kalteng. (adv)

+ posts
BACA JUGA  Gibran Pastikan Penanganan Orangutan Terdampak Karhutla di Nyaru Menteng Berjalan Optimal
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights