Tak Hanya Padamkan Api, Kalteng Perkuat Pencegahan dan Lindungi Warga dari Dampak Karhutla

  • Bagikan

PALANGKA RAYA – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalteng terus diperkuat dengan pendekatan terpadu.

Pemprov Kalteng tidak hanya mengerahkan personel untuk memadamkan api, tetapi juga memperluas langkah pencegahan, memperkuat operasi udara, meningkatkan pembasahan lahan, hingga memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap.

Hingga saat ini, Satgas Bencana Karhutla Kalteng bersama seluruh unsur terkait telah menangani 372 kejadian dengan total luasan mencapai 63,20 hektare. Capaian ini menjadi bagian dari rangkaian operasi pengendalian Karhutla yang terus berlangsung di sejumlah wilayah.

Penanganan dikomandoi melalui Posko Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla dengan melibatkan berbagai unsur. Personel TRC BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga OPD Pemprov Kalteng bergerak sesuai tugas masing-masing.

Kekuatan lintas sektor terus dioptimalkan untuk mempercepat penanganan setiap laporan kebakaran. Lebih dari 40 OPD turut memberikan dukungan, baik dalam operasi pemadaman dan pembasahan maupun penanganan dampak Karhutla terhadap masyarakat.

Pada 13-14 September 2026, tim gabungan kembali menangani sejumlah kejadian Karhutla di Kota Palangka Raya, Gunung Mas, Kotawaringin Timur, dan Pulang Pisau. Penanganan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi serta akses menuju lokasi kebakaran.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan atau mopping up dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala di dalam maupun sekitar area terbakar.

Tahapan pendinginan menjadi penting karena kebakaran pada lahan tertentu, terutama gambut, dapat menyisakan bara di bawah permukaan. Jika tidak ditangani secara menyeluruh, bara dapat kembali memicu api dan memperluas area terbakar.

Langkah pencegahan juga diperkuat melalui pembangunan sumur bor dan sekat bakar atau firebreak di kawasan rawan. Sarana ini mendukung ketersediaan air sekaligus membantu menghambat penyebaran api ketika terjadi kebakaran.

Untuk wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, Pemprov Kalteng mengoptimalkan operasi pemadaman dari udara. Helikopter water bombing dikerahkan dari Palangka Raya dan Sampit untuk membantu mengatasi kebakaran di sejumlah kawasan prioritas.

Operasi water bombing diarahkan ke wilayah Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, serta kawasan Taman Nasional Sebangau. Pemadaman dari udara menjadi pendukung penting bagi tim darat, terutama ketika medan menyulitkan pergerakan personel dan peralatan.

Strategi pengendalian juga diperkuat melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi Pemprov Kalteng dengan BNPB, BMKG, dan BRIN.

TMC dilakukan untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah yang membutuhkan pembasahan. Kondisi lahan yang lebih basah diharapkan dapat membantu mengurangi potensi meluasnya kebakaran, terutama pada kawasan gambut yang rawan terbakar ketika mengalami kekeringan.

Di sisi lain, dampak asap terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian serius dalam penanganan Karhutla. Dinas Kesehatan Kalteng bersama fasilitas pelayanan kesehatan dan rumah sakit daerah telah menangani 4.004 kasus atau pasien gangguan pernapasan/ISPA yang berkaitan dengan paparan asap Karhutla.

Perlindungan masyarakat dilakukan melalui pembagian puluhan ribu masker, pengoperasian posko kesehatan bergerak, serta penyediaan oksigen gratis di sejumlah lokasi yang membutuhkan.

Pelayanan kesehatan berjalan beriringan dengan operasi pengendalian kebakaran. Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat memperoleh penanganan, sementara pemerintah terus berupaya menekan sumber asap melalui operasi pemadaman dan pencegahan.

Penguatan penanganan juga didukung Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla yang ditetapkan Gubernur Kalteng mulai 31 Agustus hingga 29 September 2026.

Penetapan status ini memperkuat koordinasi seluruh unsur dalam menghadapi Karhutla. Sumber daya dan personel terus diarahkan agar setiap kejadian dapat ditangani secara cepat, terukur, serta tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Pemprov Kalteng juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kewaspadaan perlu ditingkatkan karena aktivitas pembakaran yang tidak terkendali dapat memicu kebakaran dan berdampak pada lingkungan serta kesehatan warga.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kegiatan yang berpotensi menimbulkan Karhutla. Laporan yang cepat akan membantu petugas melakukan pemeriksaan dan penanganan sejak api masih dalam skala kecil.

Pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Dengan sinergi pemerintah, aparat, petugas pemadam, relawan, dunia usaha, dan warga, upaya pencegahan serta penanganan diharapkan semakin efektif dalam menjaga Kalteng dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (adv)

+ posts
BACA JUGA  Lindungi Warga dari Dampak Karhutla, Agustiar Perkuat Distribusi Masker hingga Air Bersih
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights