Ribuan Santri dan Warga Bersatu dalam Doa, Gubernur Kalteng Minta Karhutla Segera Diangkat

  • Bagikan

PALANGKA RAYA – Ribuan santri, tokoh agama, pengurus masjid, tenaga pendidik hingga aparatur sipil negara (ASN) memadati Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Kamis (22/10/2026) pagi.

Mereka berkumpul dalam istighosah dan doa bersama memperingati Hari Santri Tingkat Kalteng Tahun 2026, sekaligus memohon pertolongan Allah SWT agar ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kemarau panjang segera berakhir.

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur, Edy Pratowo turut hadir dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 3.000 orang.

Kehadiran ribuan peserta dari berbagai unsur membuat kegiatan berlangsung khusyuk dan menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi perhatian.

Dalam sambutannya, Agustiar mengajak seluruh peserta tidak hanya mengandalkan upaya penanganan di lapangan, tetapi juga memperkuat ikhtiar melalui doa.

Ia berharap istighosah menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT.

“Melalui istighosah ini, mari kita tundukkan hati, memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah SWT, agar bencana karhutla segera diangkat dari Bumi Tambun Bungai,” ujar Agustiar.

Pemprov Kalteng bersama unsur terkait hingga kini terus melakukan berbagai upaya untuk menangani karhutla. TNI/Polri, relawan dan masyarakat turut terlibat dalam proses pemadaman di lapangan.

Agustiar menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadapi karhutla.

Menurut dia, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama sehingga setiap unsur memiliki peran dalam menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI/Polri, relawan, dan seluruh elemen masyarakat,” ucapnya.

Di sisi lain, kondisi kemarau panjang turut menjadi perhatian karena dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Karena itu, Agustiar mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar batin melalui doa agar hujan segera turun dan kondisi di Kalteng berangsur membaik.

“Semoga hujan segera turun, api segera padam, kabut asap menghilang dan masyarakat Kalteng kembali dapat beraktivitas dengan aman dan sehat,” harapnya.

Kakanwil Kementerian Agama Kalteng H Muhammad Yusi Abdhian melaporkan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan mencapai lebih dari 3.000 orang. Mereka terdiri dari ustadz dan santri pondok pesantren, ustadz dan ustadzah TPA/TPQ/TK, imam dan marbot masjid, serta ASN.

Istighosah dipimpin Rois Syuriah PW NU Kalteng KH Chairudin Halim. Peserta mengikuti rangkaian kegiatan berupa pembacaan Surat Yaasin, istighosah dan sholawat, serta doa istighosah. Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan.

Peringatan Hari Santri juga diwarnai aksi kepedulian sosial. Pemprov Kalteng menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat yang terdampak karhutla, di antaranya marbot, pemuka agama, ustadz dan ustadzah TPA/TPQ, guru pondok pesantren, guru PAUD/TK serta pengurus panti asuhan.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang terdampak kondisi karhutla.

Bersamaan dengan itu, istighosah menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja nyata sekaligus kepedulian dan kebersamaan seluruh lapisan masyarakat. (adv)

+ posts
BACA JUGA  Berawal dari Kembang Sepatu, Enam Pelajar SMAN 2 Palangka Raya Bawa Kalteng ke Panggung Sains Dunia
  • Bagikan
.
Verified by MonsterInsights